Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI AL Resmikan Gedung Damage Control Simulation untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Prajurit Hadapi Situasi Darurat di Laut

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

TNI AL Resmikan Gedung Damage Control Simulation untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Prajurit Hadapi Situasi Darurat di Laut
Foto: Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan sambutan pada acara peresmian Damage Control Simulation (DCS) di gedung Kolat Koarmada I di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 29/1/2026 (sumber: ANTARA/Walda Marison)

Pantau - TNI Angkatan Laut (TNI AL) meresmikan gedung Damage Control Simulation (DCS) sebagai fasilitas pelatihan bagi prajurit dalam menghadapi kondisi darurat di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Peresmian gedung DCS dilakukan pada Kamis, 29 Januari 2026, di Gedung Kolat Koarmada I, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Dalam sambutannya, Ali menjelaskan bahwa fasilitas DCS dirancang menyerupai bagian badan kapal KRI yang dapat dimasuki oleh prajurit untuk berlatih langsung di dalamnya.

Simulasi Situasi Darurat di Laut

Alat ini mampu mensimulasikan berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi di kapal perang, seperti kebakaran, serangan musuh, dan kerusakan teknis yang memerlukan perbaikan segera.

"Latihan penyelamatan kapal, penanggulangan kebakaran dan kebocoran maupun bahaya nuklir, biologi dan kimia yang sering disebut Nubika yang merupakan latihan berkategori risiko," ungkapnya.

Melalui skenario latihan yang realistis, prajurit dilatih untuk menjalankan prosedur penyelamatan dengan cepat dan tepat guna meminimalkan kerusakan serta menjaga keselamatan kapal dan awaknya.

Dukung Diplomasi Maritim dan Pelatihan Lintas Instansi

Lebih lanjut, Ali menyebutkan bahwa fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi prajurit TNI AL, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh instansi kemaritiman lain untuk meningkatkan kemampuan mereka.

"Alat ini bisa dimanfaatkan untuk perkuat diplomasi atau menggalang unsur-unsur maritim lainnya untuk bisa berlatih di sini seperti Bakamla, KKP mungkin, kemudian Bea Cukai, dan Polair, silakan saja untuk membina hubungan yang baik antara satuan-satuan maritim," ia mengungkapkan.

Ali berharap kehadiran DCS dapat mendorong peningkatan kesiapan operasional prajurit dalam mengoperasikan KRI, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan laut Indonesia.

Tujuan akhirnya adalah agar pengamanan wilayah perairan nasional dapat dilakukan secara maksimal melalui peningkatan kompetensi personel.

Penulis :
Leon Weldrick