Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menteri Brian Yuliarto Resmikan Penggunaan Penuh Gedung RS Unhas, Dorong Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri Brian Yuliarto Resmikan Penggunaan Penuh Gedung RS Unhas, Dorong Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan
Foto: (Sumber: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktiksaintek) Brian Yuliarto di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis (29/1/2026) meresmikan penggunaan penuh Gedung Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan nasional terintegrasi. ANTARA/HO-Humas Kemdiktisaintek)

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meresmikan penggunaan penuh Gedung Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 29 Januari 2026.

Peresmian ini menandai dimulainya pemanfaatan penuh RS Unhas sebagai rumah sakit pendidikan utama dari Fakultas Kedokteran Unhas, yang berperan penting dalam ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan nasional yang terintegrasi.

RS Unhas saat ini berstatus Rumah Sakit Tipe B dengan kapasitas 414 tempat tidur.

Menteri Brian Yuliarto menekankan peran strategis RS Unhas dalam pelayanan kesehatan rujukan, pendidikan tenaga medis, serta pengembangan riset dan inovasi di bidang kesehatan.

"Rumah sakit universitas seperti RS Unhas harus menjadi ruang pembelajaran, ruang inovasi, dan ruang pengabdian. Di sinilah pendidikan, riset, dan layanan kesehatan bertemu untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Dukungan Internasional dan Peran Regional

Pembangunan gedung RS Unhas didukung oleh KfW Development Bank dengan dana sekitar USD 32 juta atau setara Rp500 miliar.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan fisik, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan sistem layanan rumah sakit.

Gedung ini telah diserahterimakan sejak Januari 2023 dan kini secara resmi digunakan secara penuh untuk melayani masyarakat.

Direktur Utama RS Unhas, Andi Muhammad Ichsan mengungkapkan bahwa rumah sakit ini melayani masyarakat Sulawesi Selatan dan menjadi rujukan bagi wilayah Sulawesi Barat hingga Papua.

Selama tahun 2025, RS Unhas mencatat 178.000 kunjungan rawat jalan, 9.995 pasien rawat inap, 10.400 kunjungan IGD, dan 5.700 tindakan operasi.

Pilar Pendidikan dan Pengabdian

Di bidang pendidikan, RS Unhas mendidik sekitar 8.200 calon dokter dan dokter spesialis hingga subspesialis per tahun, termasuk mahasiswa internasional.

Sebanyak 214 dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin turut aktif bertugas sebagai tenaga medis, yang terdiri dari profesor, konsultan, subspesialis, dan spesialis.

Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa menyampaikan komitmennya dalam mengembangkan layanan kesehatan terpadu yang profesional dan berkelanjutan.

"Universitas Hasanuddin berkomitmen mengembangkan RS Unhas sebagai bagian dari layanan strategis universitas, dengan target yang terukur, pengelolaan yang sehat, dan dukungan penuh terhadap pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat," ia mengungkapkan.

Pengembangan RS Unhas diarahkan untuk menjangkau masyarakat secara luas, dikelola secara akuntabel, serta disinergikan dengan penguatan sumber daya manusia dan teknologi.

Penulis :
Ahmad Yusuf