Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mahasiswa UNY dan Unsam Ajarkan Mengaji dan Dampingi Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mahasiswa UNY dan Unsam Ajarkan Mengaji dan Dampingi Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang
Foto: (Sumber: Sejumlah anak belajar mengaji di Masjid Nurhasanah di Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang yang diinisiasi mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Samudera, di Aceh Tamiang, Kamis (29/1/2026) malam. ANTARA/Harianto..)

Pantau - Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Samudra (Unsam) mengajarkan mengaji kepada anak-anak penyintas banjir di Aceh Tamiang sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kemanusiaan.

Program ini menyasar pemulihan pascabencana dengan fokus pada kegiatan pembersihan fasilitas umum, pendampingan belajar, dan dukungan psikososial.

Eka Pratiwi, mahasiswi UNY, menjelaskan bahwa program ini melibatkan tiga kegiatan utama: pembersihan fasilitas sekolah dan umum, membantu proses belajar mengajar, dan pendampingan psikososial untuk anak-anak.

"Dan kita banyak belajar dari mereka, bukan cuma mereka yang belajar dari kita, tapi kita di sini sama-sama belajar," ungkap Eka.

Mengaji dan Trauma Healing Jadi Bagian Pengabdian

Pada pekan pertama, mahasiswa membantu kegiatan belajar karena guru-guru masih fokus membersihkan lingkungan pasca-banjir.

Mereka juga melakukan trauma healing sederhana melalui permainan, interaksi, dan ice breaking bersama siswa.

Memasuki pekan kedua, mahasiswa difokuskan pada pembersihan fasilitas pendidikan di SMAN 2 Percontohan Karang Baru.

Pekan ketiga akan diisi dengan pendampingan psikososial untuk masyarakat sekitar.

Selain kegiatan di siang hari, mahasiswa juga mengadakan program mengaji di malam hari, yang berlangsung di Masjid Nurhasanah usai Maghrib hingga menjelang Isya.

Anak-anak diajarkan membaca Iqra, Al-Qur’an, serta disisipkan cerita-cerita keislaman untuk membangun nilai spiritual dan kebersamaan.

Anak-anak dikumpulkan melalui pendekatan langsung ke posko pengungsian dan sekolah-sekolah sekitar.

Program mengaji dilakukan setiap malam, kecuali malam Minggu sebagai waktu istirahat.

Mahasiswa dari Berbagai Jurusan Turun Langsung

Mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti pendidikan olahraga, psikologi, hukum, sastra, teknik, dan pendidikan guru sekolah dasar.

Anisa Trias Safitri, mahasiswi Unsam, menjelaskan bahwa mereka mengabdi selama satu bulan.

Pada minggu pertama, mahasiswa mendampingi siswa di sekolah dasar serta bergotong royong membersihkan fasilitas umum, termasuk di SMA Negeri 2 Percontohan, dengan alat seadanya seperti cangkul dan sekop.

Tantangan utama adalah perbedaan karakter dan daya tangkap anak-anak, namun semangat mahasiswa tetap tinggi untuk memberikan kontribusi terbaik.

Mereka berharap kegiatan ini berdampak positif terhadap pemulihan mental anak-anak, semangat belajar, dan harapan baru pascabencana.

Haikal, anak berusia 11 tahun, mengaku senang mengikuti kegiatan ini.

"Nyaman (ngaji) di sini. Karena bisa ngomong-ngomong, bicara-bicara, bisa main-main," ujarnya.

Sementara itu, Sila, siswa kelas tiga SD, juga aktif mengikuti kelas mengaji setiap malam.

Ia bercerita bahwa rumahnya sempat terendam dan keluarganya mengungsi ke atap rumah.

"Saya senang ngaji sini karena ada kakak-kakak KKN," ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf