Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Basarnas Hentikan Pencarian Dosen Unkhair yang Hilang di Perairan Halmahera Selatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Basarnas Hentikan Pencarian Dosen Unkhair yang Hilang di Perairan Halmahera Selatan
Foto: (Sumber: Tim Basarnas melakukan pencarian korban kapal tenggelam bernama Wildan di perairan Halsel, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO-Humas Basarnas..)

Pantau - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Wildan (50), dosen Universitas Khairun (Unkhair) Ternate yang hilang dalam kecelakaan kapal di perairan Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

"Keputusan tersebut diambil sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas yang menetapkan batas waktu pencarian selama tujuh hari," ujar Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani.

Operasi SAR ditutup pada hari ketujuh pelaksanaan, setelah tim gabungan belum menemukan keberadaan korban.

"Pencarian hari ini merupakan hari ke-7 sejak operasi SAR dilaksanakan. Sesuai dengan SOP, setelah tujuh hari operasi dan berdasarkan hasil koordinasi dengan tim SAR gabungan serta pihak keluarga korban, maka operasi SAR resmi ditutup," lanjut Iwan.

Pencarian Maksimal Libatkan Banyak Unsur, Hasil Masih Nihil

Selama tujuh hari, pencarian dilakukan secara maksimal dengan membagi area menjadi lima sektor.

Operasi SAR dilakukan dari pagi hingga malam hari dan melibatkan berbagai unsur seperti Basarnas, Kodim 1509/Labuha, Polres Halmahera Selatan, BPBD, Dinas Perhubungan, KPLP, serta perwakilan keluarga korban.

"Selama pelaksanaan operasi SAR dari pagi hingga malam hari, hasil pencarian masih nihil. Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, cuaca, serta kesepakatan bersama keluarga korban, korban dinyatakan hilang dan keluarga telah menerima secara ikhlas," jelas Iwan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah bekerja keras selama operasi berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh potensi SAR dan tim SAR gabungan yang telah bekerja keras selama tujuh hari penuh dalam operasi pencarian ini," ungkapnya.

Kronologi Kecelakaan: 59 Penumpang, 1 Hilang

Kecelakaan kapal terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, di perairan Desa Bibinoi.

Berdasarkan data dari tim SAR gabungan, kapal tersebut mengangkut 59 penumpang.

Dari jumlah tersebut, 57 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang dinyatakan hilang, yaitu Wildan.

Penulis :
Aditya Yohan