Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Percepat Pembangunan 618 Unit Huntara di Sumatra Barat untuk Warga Terdampak Bencana

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Percepat Pembangunan 618 Unit Huntara di Sumatra Barat untuk Warga Terdampak Bencana
Foto: Petugas melakukan pembangunan huntara untuk korban banjir di Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis 29/1/2026 (sumber: Tim Media Presiden)

Pantau - Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat, dengan total rencana pembangunan mencapai 618 unit di berbagai wilayah.

Progres Berbeda di Empat Lokasi Prioritas

Hingga Kamis, 29 Januari 2026, terdapat empat titik lokasi yang menjadi fokus utama pembangunan huntara.

Di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, pekerjaan masih berada pada tahap pemasangan rangka atau struktur tambahan bangunan huntara, termasuk penyesuaian rangka di area depan bangunan.

Sementara itu, di Kapalo Koto, Pauh, Kota Padang, proses pembangunan difokuskan pada pengecoran serta penataan area kerja di sekitar bangunan untuk mendukung akses dan penyelesaian lingkungan huntara.

Kemajuan lebih lanjut terlihat di Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, yang telah memasuki tahap pemasangan panel dinding serta penyempurnaan bukaan pintu dan jendela. Pembangunan di lokasi ini mendekati tahap akhir penyelesaian.

Di sisi lain, di Nagari Puluik–Puluik, IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan berada pada tahap pendirian rangka utama. Struktur memanjang telah berdiri di atas lantai dasar, dan proses perakitan rangka masih berlangsung.

117 Unit Telah Diresmikan, Warga Diharapkan Segera Tinggalkan Pengungsian

Sebelumnya, pada Minggu, 25 Januari 2026, pemerintah telah meresmikan sebanyak 117 unit huntara di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Pembangunan huntara di berbagai lokasi menunjukkan progres yang beragam, mulai dari pemasangan rangka konstruksi, pemasangan panel dinding, hingga penataan area kerja di sekitar bangunan.

Secara keseluruhan, sebanyak 618 unit huntara direncanakan akan dibangun untuk menampung warga yang terdampak bencana.

Dengan percepatan pembangunan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat segera meninggalkan tempat pengungsian dan kembali menjalani aktivitas secara normal.

Penulis :
Arian Mesa