Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Rampungkan 16 Titik Sumur Bor di Sumbar, Pulihkan Akses Air Bersih Pascabencana

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Rampungkan 16 Titik Sumur Bor di Sumbar, Pulihkan Akses Air Bersih Pascabencana
Foto: Personel TNI membangun sumur bor untuk memulihkan kembali aktivitas warga terdampak bencana di Sumatera Barat (sumber: Tim Media Presiden)

Pantau - Pemerintah menyelesaikan pembangunan 16 titik sumur bor untuk memulihkan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar), per Kamis, 29 Januari 2026.

Sumur bor tersebut dibangun sebagai solusi cepat untuk kebutuhan air bersih warga, khususnya di kawasan terdampak bencana dan lokasi hunian sementara (huntara).

Pengerjaan proyek melibatkan personel TNI dari berbagai satuan, yang tak hanya bertugas secara teknis dalam pengeboran dan instalasi, tetapi juga mengamankan area, mengangkut peralatan, serta menyiapkan lokasi kerja.

Akses terhadap air bersih dinilai penting dalam menjaga kesehatan lingkungan, mendukung aktivitas harian warga, serta mempercepat pemulihan permukiman.

Lokasi Pembangunan Sumur Bor Tersebar di Lima Daerah

Ke-16 sumur bor yang telah rampung dibangun tersebar di lima wilayah, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang.

Rincian lokasi spesifik meliputi Nagari Pasie Laweh dan Nagari Pagadih di Kabupaten Agam, Nagari Paninggahan di Kabupaten Solok, Nagari Guguk Malalo di Kabupaten Tanah Datar, serta sejumlah titik di Kecamatan Kuranji, Nanggalo, dan Pauh di Kota Padang.

Proyek juga mencakup kawasan jorong, perumahan warga, hingga lokasi huntara yang paling membutuhkan.

Masyarakat setempat turut aktif bergotong royong bersama aparat guna mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan fasilitas yang dibangun sesuai kebutuhan.

Tambahan 3 Sumur Masih Dalam Proses Pembangunan

Selain 16 titik yang telah selesai, tiga sumur bor tambahan masih dalam tahap pengerjaan, yaitu di kawasan Hunsela Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukik, dan beberapa titik di Kelurahan Kapalo Koto, Kota Padang, serta Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam.

Kehadiran sumur bor sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Salah satu warga, Banen, dari Korong Padang Pulai, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan dari TNI.

"Alhamdulillah kami warga di sini sangat senang dibantu TNI yang sudah mendirikan sumur bor untuk kebutuhan air bersih," ungkapnya, Kamis, 29 Januari 2026.

Banen menjelaskan, sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025, layanan air bersih dari PDAM terputus dan ratusan kepala keluarga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga bahkan harus berjalan kaki sejauh 200 meter melewati jalan setapak untuk mengambil air dari sungai selama hampir dua bulan terakhir.

Penulis :
Leon Weldrick