
Pantau - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk melakukan evaluasi menu Program Makan Bergizi Gratis secara intensif agar makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga disukai oleh anak didik.
Wagub Idah menyampaikan hal tersebut saat berada di Gorontalo pada Sabtu dalam rangka inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG.
Inspeksi mendadak itu dilakukan termasuk ke empat SPPG yang berada di Kabupaten Gorontalo.
Wagub Idah menegaskan bahwa evaluasi menu MBG sangat penting dilakukan melalui pencatatan dan penimbangan sisa makanan anak.
"Evaluasi menu MBG sangat penting, khususnya melalui pencatatan dan penimbangan sisa makanan anak", ujarnya.
Menurutnya, setiap SPPG wajib dilengkapi dengan timbangan yang dimanfaatkan secara optimal sebagai instrumen evaluasi menu.
Ia menjelaskan bahwa setelah makanan dikonsumsi, ompreng akan dikembalikan dari sekolah ke SPPG.
Sisa makanan berupa nasi, lauk, dan sayur wajib ditimbang untuk mengetahui tingkat konsumsi anak didik.
"Hasil penimbangan sisa makanan ini kemudian dibandingkan dengan hari sebelumnya. Jika jumlah sisa makanan hari ini lebih banyak, itu menandakan menu yang disajikan kurang diminati anak-anak", jelasnya.
Wagub Idah meminta agar hasil penimbangan sisa makanan dicatat secara rutin dan dilakukan secara sistematis.
Data hasil penimbangan tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui jenis menu yang kurang diminati anak-anak.
Menu yang kurang diminati diharapkan tidak kembali disajikan dan segera diganti dengan menu yang lebih sesuai.
Wagub Idah menegaskan bahwa mekanisme evaluasi menu harus benar-benar diterapkan dan sistem evaluasi perlu terus diperbaiki.
Perbaikan sistem dilakukan agar kualitas layanan SPPG semakin meningkat.
Ia menyampaikan bahwa makanan yang disajikan harus memenuhi standar gizi sekaligus disukai oleh peserta didik.
Penggunaan timbangan juga dinilai penting untuk mengelola limbah makanan agar tidak menjadi sampah makanan atau food waste.
Sampah makanan yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan.
Empat SPPG yang ditinjau masing-masing melayani lebih dari seribu paket MBG yang disalurkan ke sejumlah sekolah.
Salah satu sekolah yang dilayani adalah Sekolah Satu Atap di Kecamatan Asparaga.
- Penulis :
- Aditya Yohan








