Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Momentum 25 Tahun Ditegaskan Lewat Penguatan Sistem Pengawasan Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Momentum 25 Tahun Ditegaskan Lewat Penguatan Sistem Pengawasan Nasional
Foto: Kepala BPOM RI Taruna Ikrar (kiri) berdialog dengan para pengusaha farmasi di sela agenda BPOM Expo 2026 bertempat di Perkantoran BPOM RI, Jakarta, Jumat 30/1/2026 (sumber: BPOM)

Pantau - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa penguatan sistem pengawasan obat dan makanan merupakan kunci utama dalam menjamin keamanan akses kesehatan masyarakat Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BPOM RI yang ditandai dengan penyelenggaraan BPOM Expo 2026 di kompleks Perkantoran BPOM RI, Jakarta.

"Salah satu hadiah terindah pada hari ulang tahun kali ini adalah BPOM telah sejajar dengan national regulatory authority negara maju, dengan secara resmi menjadi WHO Listed Authority," ungkapnya.

WHO Listed Authority (WLA) adalah pengakuan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada otoritas pengawas obat dan makanan suatu negara yang telah memenuhi standar internasional tertinggi dalam aspek keamanan, kualitas, dan efektivitas.

Komitmen Lintas Sektor untuk Penguatan Ekosistem Kesehatan

Taruna Ikrar menjelaskan bahwa BPOM Expo menjadi ruang strategis yang mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat dalam satu ekosistem untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap produk obat, makanan, dan suplemen yang beredar di pasaran telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat.

Status sebagai WHO Listed Authority juga memperkuat kredibilitas BPOM dalam melindungi konsumen sekaligus mendukung kemandirian sektor kesehatan dalam negeri.

BPOM Expo 2026 dihadiri oleh sejumlah menteri, perwakilan asosiasi industri, akademisi dari dalam dan luar negeri, serta jajaran BPOM dari berbagai wilayah Indonesia.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan publik.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, menyampaikan pentingnya kolaborasi erat antara industri dengan BPOM.

"Momentum 25 tahun BPOM mengingatkan kita bahwa perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama. Industri memiliki peran untuk memastikan setiap produk memenuhi standar keamanan dan mutu," ia mengungkapkan.

BPOM Expo juga menampilkan model kolaborasi Academic–Business–Government (ABG) sebagai pendekatan yang dinilai efektif untuk mendorong inovasi serta mempercepat akses terhadap produk kesehatan yang aman dan berkualitas.

Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap sinergi antara BPOM dan Kementerian Kesehatan terus diperkuat dalam rangka menciptakan iklim investasi sektor kesehatan yang sehat dan berdaya saing.

"Dengan regulasi yang kuat dan fasilitatif, industri farmasi nasional dapat berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Tema peringatan HUT ke-25 BPOM tahun ini adalah "Komitmen 25 Tahun Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045."

Tema tersebut menegaskan bahwa keamanan obat dan makanan merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan ketahanan nasional.

Penulis :
Shila Glorya