
Pantau - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan bahwa ancaman siber kini semakin canggih dan menyasar langsung kehidupan pribadi masyarakat, seiring pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) dan teknologi digital.
Zero Click Attack dan Ancaman yang Tak Terlihat
Menurut Nezar, pola serangan siber telah berkembang drastis, dari yang sebelumnya menyerang sistem besar kini mulai menarget perangkat pribadi seperti ponsel, laptop, dan akun bank individu.
Salah satu metode baru yang diwaspadai adalah zero click attack.
“Sekarang serangan tidak selalu butuh klik. Ada zero click attack. Pesan masuk saja sudah cukup membuat malware bekerja,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa serangan kini bisa dilakukan dalam skala besar dalam hitungan detik berkat pemanfaatan AI.
Pelaku kejahatan dapat memindai jutaan sistem secara otomatis, sementara banyak korban tidak sadar telah disusupi malware.
Mengutip laporan Boston Consulting Group (Desember 2025), serangan siber kini berkembang lebih cepat dari kemampuan sistem pertahanan digital.
Penipuan Personal dan Lemahnya Sistem Keamanan Konvensional
Ancaman siber tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyasar sisi emosional manusia.
“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya pada orang yang mereka kenal,” jelas Nezar.
Kemampuan AI dalam meniru identitas secara meyakinkan menjadikan serangan ini semakin sulit dideteksi.
Ia juga menekankan bahwa sistem keamanan konvensional seperti password tak lagi cukup melindungi data pribadi.
“Password yang kita buat hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna,” ujarnya, sambil menyoroti ancaman dari riset komputasi kuantum yang mampu menembus perlindungan digital lama.
Dalam konteks ini, dunia tengah bergerak menuju era post-quantum, yang menuntut pendekatan baru dalam membangun sistem keamanan.
Solusi Keamanan Digital: Dari Teknologi ke Kesadaran
Nezar menyatakan bahwa keamanan siber tidak bisa lagi mengandalkan reaksi setelah serangan.
Ia mendorong prinsip security by design, yaitu keamanan harus dibangun sejak tahap awal pengembangan sistem.
“Keamanan siber bukan hanya soal teknologi. Ini soal kebiasaan, kesadaran, dan kepemimpinan,” tegasnya.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen melindungi warga di ruang digital dengan mengembangkan talenta keamanan siber nasional serta membangun arsitektur keamanan digital yang kuat dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
- Penulis :
- Gerry Eka








