
Pantau - Sejak awal 2026, pelaku bisnis logistik China dan Vietnam mulai merasakan peningkatan efisiensi dari sistem pemeriksaan perbatasan baru yang mempercepat proses lintas negara tanpa memerlukan penstempelan manual.
Sistem ini mengusung metode "lulus inspeksi tanpa perlu penstempelan", yang memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan dalam hitungan detik.
Mulai 1 Januari 2026, pengemudi dari Vietnam yang telah mendaftarkan informasi kendaraan dan data pribadi ke sistem hanya perlu menempelkan kartu identitas, serta melakukan pemindaian sidik jari dan wajah.
Proses ini diterapkan di Pos Pemeriksaan Youyiguan, yang menghubungkan China dan Vietnam di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi.
Chen Zhijie, staf satuan tugas pemeriksaan di pos tersebut, menjelaskan bahwa waktu pemeriksaan kini rata-rata hanya sekitar 15 detik.
Ia menambahkan bahwa efisiensi meningkat hampir 75 persen karena sistem digital menggantikan penstempelan manual.
Perluasan Sistem ke Pelabuhan Perdagangan Buah-Buahan
Pelabuhan Aidian, yang berada sekitar 185 kilometer dari Nanning dan 180 kilometer dari Hanoi, mulai menerapkan sistem serupa pada 27 Januari 2026.
Pelabuhan ini merupakan jalur utama untuk perdagangan buah-buahan antara China dan Vietnam.
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 146 ribu ton buah-buahan diperdagangkan melalui Pelabuhan Aidian dengan nilai mencapai 2,726 miliar yuan.
Wei Wuling, pejabat di Pos Pemeriksaan Aidian, mengatakan bahwa "Mengingat volume kargo rantai dingin yang besar di Aidian, sistem ini sepertinya memberdayakan perdagangan produk-produk segar dengan teknologi digital", ungkapnya.
Sistem digital ini tidak hanya meningkatkan kecepatan arus logistik, tetapi juga menunjang perdagangan komoditas bernilai tinggi seperti buah-buahan segar yang memerlukan pengiriman cepat dan efisien.
- Penulis :
- Gerry Eka








