Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Percepat Revitalisasi Jalan Gayo Lues–Aceh Timur Pascabencana Banjir dan Longsor

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Percepat Revitalisasi Jalan Gayo Lues–Aceh Timur Pascabencana Banjir dan Longsor
Foto: (Sumber: Kendaraan berat mengangkut ekskavator menuju desa terisolir saat melintas di, Desa Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (1/2/2026). Pemerintah pusat menugaskan PT Hutama Karya untuk menambah alat berat (ekskavator dan loader) di lokasi bencana terisolir di Kabupaten Gayo Lues yang bertujuan untuk mempercepat penanganan jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten agar fungsi transportasi segera pulih. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat proses revitalisasi jalur lintas Gayo Lues–Aceh Timur menyusul terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang melumpuhkan akses darat di wilayah tersebut.

Upaya percepatan dilakukan dengan mengirimkan tambahan dua unit alat berat berupa ekskavator ke lokasi terdampak.

Pada Minggu (tanggal tidak disebutkan), dua truk pengangkut alat berat terpantau bergerak menuju Desa Pining, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Desa Pining terletak sekitar 40 kilometer dari pusat Kabupaten Gayo Lues.

Saat ini jalan menuju wilayah tersebut sudah dapat diakses kembali.

Namun, masih ditemukan material sisa bencana di beberapa titik, seperti longsoran tanah dan batu-batu besar yang menghalangi badan jalan.

Beberapa bagian jalan mengalami kerusakan parah, mulai dari tertimbun reruntuhan tanah hingga longsor terbawa arus air.

Kementerian PU Fokus Buka Akses Darat dan Perbaiki Infrastruktur

Untuk mengatasi keterbatasan akses, warga bersama relawan, pemerintah, TNI AD, serta pemangku kepentingan lainnya membangun sejumlah jalan alternatif.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pascabencana, khususnya di wilayah Sumatera.

"Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif", ungkapnya.

Dody menegaskan bahwa kendati kondisi di lapangan penuh tantangan, pemerintah tetap fokus agar distribusi bantuan tidak terhambat.

Berdasarkan data dari Kementerian PU, terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang melanda Provinsi Aceh.

Bencana ini berdampak pada 35 ruas jalan nasional serta menyebabkan 14 jembatan putus.

Untuk pemulihan, Kementerian PU sedang melakukan berbagai bentuk perbaikan, seperti pengisian agregat, pengaspalan pada jalan yang amblas, serta pemasangan bronjong dan geotekstil.

Selain itu, dilakukan juga pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT), penutupan longsoran menggunakan terpal, penimbunan ulang, dan pemadatan.

Penulis :
Gerry Eka