Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkab dan DPRD Serang Salurkan 14 Ton Beras untuk Korban Banjir di Ciruas, Dorong Evaluasi Penanganan Sungai

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkab dan DPRD Serang Salurkan 14 Ton Beras untuk Korban Banjir di Ciruas, Dorong Evaluasi Penanganan Sungai
Foto: (Sumber: Penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada korban banjir di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Provinsi Banten, Minggu (1/2/2026). ANTARA/HO-Pemkab Serang)

Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bersama DPRD Kabupaten Serang menyalurkan bantuan sosial berupa 14 ton beras kepada korban banjir di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Total sebanyak 14.000 kilogram beras dibagikan kepada 1.400 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir di desa tersebut.

Bantuan terdiri atas 10 ton beras dari Pemkab Serang di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah, dan 4 ton beras hasil donasi dari anggota DPRD, Camat Ciruas, Kepala Desa Ranjeng, serta para donatur.

Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif Ditekankan

Anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmadi, menyatakan bahwa kerja sama antara lembaga eksekutif dan legislatif merupakan bentuk nyata komitmen untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

"Meski anggaran terbatas, kerja kemanusiaan tidak boleh berhenti," ungkapnya.

Ahmadi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Serang, juga menegaskan pentingnya sinergi antara DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Sosial dan Dinas Pertanian.

Bantuan sosial sebelumnya juga telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak banjir lainnya di Kabupaten Serang, yakni Kecamatan Pontang, Carenang, Binuang, Lebakwangi, Kragilan, Kibin, Cikande, dan Kopo.

Soroti Masalah Pendangkalan Sungai

Ahmadi turut menyoroti akar permasalahan banjir, yaitu pendangkalan sungai yang tidak mendapat perhatian serius.

Ia mengungkapkan bahwa saat menjabat di Komisi IV DPRD, pihaknya kerap mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan normalisasi sungai.

Namun, menurutnya, BBWS lebih fokus pada pembangunan drainase dan Tembok Penahan Tanah (TPT), sementara banyak sungai di Kabupaten Serang mengalami pendangkalan parah.

Ahmadi berharap bencana banjir ini dapat menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar penanganan infrastruktur dan kebencanaan di Kabupaten Serang menjadi lebih sigap dan responsif di masa depan.

Penulis :
Gerry Eka