
Pantau - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Ahad di Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, yang merupakan salah satu wilayah terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi akhir November lalu.
PMI Sumut bekerja sama dengan PMI Lampung Tengah serta mahasiswa dari STIKes Nauli Husada untuk menyelenggarakan layanan ini.
Layanan Inklusif, 127 Warga Telah Mendapatkan Pelayanan
Kepala Markas PMI Sumut, Ade Yudiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik masyarakat selama masa pemulihan pasca-bencana.
"Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi langsung dengan dokter, dan pemberian obat-obatan sesuai resep," ujarnya.
Sebanyak 127 warga dari Kecamatan Tukka telah memanfaatkan pelayanan ini.
Ade menegaskan bahwa akses layanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca-bencana.
"Apalagi wilayah ini salah satu yang terdampak paling parah. Kebutuhan pokok, termasuk jaminan kesehatan harus terpenuhi agar masyarakat tetap tangguh menghadapi situasi ini," tambahnya.
Meskipun kegiatan dilakukan di lingkungan gereja, pelayanan bersifat inklusif dan terbuka untuk seluruh warga tanpa membedakan latar belakang.
Apresiasi dari Pihak Gereja: Ini yang Benar-Benar Kami Butuhkan
Pendeta Gereja HKBP Hutanabolon, Paten Sidabutar, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat PMI dalam memberikan layanan yang sangat dibutuhkan warga.
"Saat tim asesmen PMI menyampaikan rencana ini, saya sangat antusias karena inilah yang benar-benar kami butuhkan," katanya.
Ia menambahkan bahwa pihak gereja langsung berkoordinasi dengan kepala lingkungan agar informasi mengenai layanan kesehatan ini tersebar luas ke seluruh warga di Kecamatan Tukka.
"Kami gembira sekali melihat antusiasme masyarakat luas, tidak hanya dari jemaat gereja saja yang datang untuk berobat," tuturnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







