Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dari TPA Menjadi Taman Kota, Surabaya Ubah Sukolilo Jadi Simbol Keberhasilan Reklamasi Lingkungan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dari TPA Menjadi Taman Kota, Surabaya Ubah Sukolilo Jadi Simbol Keberhasilan Reklamasi Lingkungan
Foto: (Sumber: Masyarakat berwisata di kawasan Taman Harmoni yang merupakan bekas lahan TPA Sukolilo di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026). ANTARA/Prisca Triferna.)

Pantau - Pemerintah Kota Surabaya berhasil mengubah eks-Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sukolilo menjadi Taman Harmoni, ruang terbuka hijau yang kini menjadi simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan urban padat penduduk.

Revitalisasi Bertahap dan Ilmiah Sejak 2011

Proses transformasi kawasan eks-TPA dilakukan secara bertahap sejak tahun 2011 hingga 2014 dengan pengawasan ketat.

Menurut Gatut Panggah Prasetyo dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), fokus utama proyek ini adalah stabilisasi struktur tanah, pengendalian gas metana, serta penghijauan kawasan.

Taman ini kemudian kembali diresmikan pada Agustus 2025 setelah melalui proses pembaruan dan penataan ulang oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Transformasi ini tidak hanya menyulap lahan bekas limbah menjadi taman, tetapi juga menjadikannya model reklamasi yang berhasil secara ekologis.

Jawaban atas Tantangan Lingkungan Kota Metropolitan

Sebagai kota metropolitan, Surabaya menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Kondisi tersebut menuntut terobosan pengelolaan sampah dan energi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain revitalisasi TPA Sukolilo, Surabaya juga mengembangkan PLTSa Benowo dan menyiapkan skema PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) untuk aglomerasi Surabaya Raya, mencakup Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan.

Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi krisis sampah dan kebutuhan energi secara simultan.

Taman Harmoni: Ruang Hijau, Ruang Harapan

Kini, Taman Harmoni berfungsi sebagai tempat rekreasi keluarga, lokasi edukasi lingkungan, dan ruang terbuka hijau yang menyejukkan kawasan padat kota.

Manfaat ekologisnya juga signifikan, seperti menurunkan suhu mikroklimat dan menyediakan ruang hijau produktif bagi masyarakat.

Taman ini menjadi simbol bahwa dengan pendekatan ilmiah dan keberpihakan pada lingkungan, eks-TPA dapat diubah menjadi ruang publik yang asri, sehat, dan mendukung pembangunan hijau berkelanjutan.

Penulis :
Gerry Eka