Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI dan Warga Bangun Masjid Darurat di Gayo Lues Pasca Banjir dan Longsor

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

TNI dan Warga Bangun Masjid Darurat di Gayo Lues Pasca Banjir dan Longsor
Foto: (Sumber: Personel TNI dan warga bergotong royong membangun masjid sementara atau masjid darurat di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh. ANTARA/HO-Tim Media Presiden.)

Pantau - Personel TNI Angkatan Darat bersama warga membangun masjid darurat di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, untuk mendukung aktivitas ibadah masyarakat pascabencana banjir dan longsor.

Pembangunan masjid sementara tersebut dimulai sejak awal pekan dan masih berlangsung hingga Minggu, 1 Februari 2026, dengan melibatkan prajurit Yonif TP 855/Raksaka Dharma dan warga setempat.

"Pembangunan masjid tersebut sudah dimulai sejak awal pekan ini dan masih berlanjut hingga Minggu (1/2). Di lokasi, prajurit TNI AD dari Yonif TP 855/Raksaka Dharma dan warga mempersiapkan lahan dengan menyekop tanah," ungkap pihak TNI.

TNI Turut Bantu Pemulihan Infrastruktur dan Sosial

Selain membangun masjid darurat, personel TNI juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di Desa Tetingi, seperti membersihkan lingkungan sekolah, memperbaiki instalasi listrik di puskesmas desa, menggali sumur air bersih, serta memberikan penyuluhan kesehatan kepada warga.

Di sejumlah lokasi lain, TNI bersama masyarakat turut membersihkan rumah warga, sekolah, pondok pesantren, serta fasilitas umum yang terdampak bencana.

Perbaikan infrastruktur juga dilakukan, meliputi jalan, jembatan, hunian sementara, hingga hunian tetap bagi warga terdampak.

Sinergi TNI dan Warga di Berbagai Wilayah

Kegiatan pemulihan juga berlangsung di sejumlah desa lainnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat pascabencana.

Di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, personel TNI dan warga melakukan pengangkutan material serta pengecoran fondasi jembatan.

Di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pengecoran fondasi jembatan gantung terus dikebut.

Sementara di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, proses penyelesaian fondasi jembatan gantung juga masih berlangsung.

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara tidak akan meninggalkan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

Upaya pembangunan masjid darurat dan infrastruktur ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Penulis :
Gerry Eka