Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI AD Jemput Bola Berikan Cek Kesehatan Gratis dan Sunat Massal bagi Korban Banjir di Aceh

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

TNI AD Jemput Bola Berikan Cek Kesehatan Gratis dan Sunat Massal bagi Korban Banjir di Aceh
Foto: (Sumber: Personel TNI AD melakukan kegiatan cek kesehatan gratis kepada warga di wilayah terdampak banjir di Desa Gumpang, Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (31/1/2026) ANTARA/HO-Tim Media Presiden.)

Pantau - TNI Angkatan Darat (AD) melaksanakan program jemput bola berupa layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada masyarakat di wilayah terdampak banjir di Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan kesehatan pascabencana.

Layanan Langsung di Desa Terdampak dan Antusiasme Warga

Berdasarkan laporan Tim Media Presiden yang diterima pada Minggu (1/2/2026), personel TNI AD hadir langsung ke desa-desa terdampak banjir, termasuk Desa Gumpang, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues.

Kegiatan layanan kesehatan ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama ibu-ibu, anak-anak, dan warga lanjut usia (lansia) yang tampak antre dengan tertib untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

Pada Sabtu (31/1), kegiatan berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif warga di lokasi.

Di desa lain, yakni Desa Pertik, Kecamatan Pining, TNI AD juga menggelar sunat massal yang diikuti dengan semangat oleh anak-anak laki-laki.

Selain mendatangi warga secara langsung, TNI AD turut membuka posko-posko kesehatan di sekitar kawasan hunian sementara untuk memperluas jangkauan layanan medis.

Komitmen Pemerintah dan Pemulihan Fasilitas Kesehatan

Program kesehatan keliling ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan TNI AD untuk memastikan korban bencana tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

Saat ini, hampir seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayah Aceh telah dapat kembali beroperasi secara normal setelah sempat terganggu akibat banjir dan longsor.

Dalam rapat kerja bersama DPR RI di Jakarta, Senin (19/1), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa seluruh layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera ditargetkan kembali beroperasi penuh pada Maret 2026.

Sebagai bagian dari pemulihan fasilitas kesehatan, Kementerian Kesehatan telah mengajukan usulan perbaikan terhadap sekitar 3.265 rumah tenaga medis dan kesehatan kepada BNPB dan Kementerian Dalam Negeri.

Penulis :
Gerry Eka