
Pantau - Proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan, dengan fokus pada pembersihan jalan, saluran air, dan fasilitas umum secara serentak oleh prajurit TNI bersama masyarakat.
Akses Jalan dan Fasilitas Publik Dibuka Kembali
Kegiatan pemulihan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sarana publik yang sempat tertutup lumpur dan sisa material banjir, agar aktivitas sosial dan ekonomi warga bisa segera berjalan normal.
Di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, TNI mengerahkan ekskavator untuk membersihkan lumpur tebal yang menutupi badan jalan utama.
Sementara itu, di Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, alat berat milik Zeni TNI AD digunakan untuk membersihkan endapan lumpur di jalan penghubung desa.
Di wilayah Kabupaten Gayo Lues, alat berat dikerahkan untuk membuka kembali akses jalan Blangkejeren–Kutacane di Kecamatan Putri Betung dan jalan ke Dusun Berawang Salam, Kecamatan Pining, yang sempat tertutup material longsor.
Pembersihan juga dilakukan pada saluran air di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, serta di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, guna mencegah genangan banjir susulan.
Sarana Olahraga dan Kantor Desa Juga Dibersihkan
Fasilitas umum yang terdampak turut menjadi prioritas pembersihan, seperti lapangan futsal di Desa Petrik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, dan Kantor Koperasi Unit Desa Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah terpadu antara pemerintah dan TNI untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan publik di wilayah-wilayah terdampak.
Diharapkan, upaya gotong royong ini dapat membantu masyarakat Aceh segera bangkit dan kembali menjalankan kehidupan sehari-hari secara normal.
- Penulis :
- Gerry Eka








