Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi VII DPR RI Mendesak Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda di Kawasan Istana Siak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi VII DPR RI Mendesak Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda di Kawasan Istana Siak
Foto: (Sumber: Bangunan Tangsi Belanda di Kabupaten Siak pada satu ruangan di lantai dua ambruk, sehingga membuat belasan siswa terjatuh dan mengalami luka-luka. ANTARA/HO-Polres Siak.)

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menegaskan Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda di kawasan Istana Siak, Provinsi Riau, harus segera dipugar setelah insiden ambruknya salah satu ruangan di lantai dua yang mengakibatkan belasan siswa mengalami luka-luka.

Insiden tersebut terjadi akibat lantai dua bangunan Tangsi Belanda ambruk sehingga menyebabkan rombongan pengunjung terjatuh saat berwisata edukasi sejarah.

Hendry Munief menyampaikan pernyataan tersebut dari Pekanbaru setelah kejadian yang berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia mengaku langsung menghubungi Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana untuk meminta agar kawasan Istana Siak segera dipugar.

Hendry Munief menyampaikan, “Kita langsung berkoordinasi dan menginformasikan ke ibu Menteri Pariwisata atas kejadian di Tangsi Belanda kawasan Istana Siak. Alhamdulillah respons beliau cepat dan bagus. Beliau segera berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan,”.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas dan objek wisata di kawasan Istana Siak saat ini sudah tidak layak dan dinilai membahayakan pengunjung.

Oleh karena itu, Hendry Munief mendorong agar kawasan Istana Siak ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional atau KSPN sehingga perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Hendry Munief juga mempertanyakan penyebab ambruknya bangunan yang sebelumnya telah direnovasi pada tahun 2018 dengan anggaran Rp5,2 miliar dari APBN.

Ia menegaskan, “Tapi, baru 7 tahun fasilitas tersebut sudah ambruk. Ini perlu ditelusuri. Ini juga catatan dari kita ke Kementerian Kebudayaan agar ditelusuri dan dijadikan pelajaran, jangan sampai terulang kembali,”.

Insiden ambruknya lantai dua Tangsi Belanda mengakibatkan 17 orang mengalami luka-luka.

Korban terdiri atas 15 siswa-siswi SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, serta satu orang guru dan satu orang pemandu wisata setempat.

Kejadian berlangsung cepat dan mengejutkan rombongan besar yang sedang mempelajari sejarah bangunan kolonial di lokasi tersebut.

Material lantai bangunan diketahui terbuat dari papan kayu tua yang diduga telah lapuk dan tidak mampu menahan beban rombongan yang berkumpul di satu titik.

Hendry Munief menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan berharap para korban, khususnya anak-anak, tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Ia mengatakan, “Terkait insiden, kami turut berduka atas kejadian yang menimpa pengunjung yang kebanyakan adalah anak-anak sekolah. Mudah-mudahan anak-anak tidak trauma berkunjung ke wisata budaya lagi,”.

Penulis :
Ahmad Yusuf