
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui Balai Wilayah Sungai Papua Merauke memastikan akan membantu penanganan bencana alam berupa tanah longsor dan banjir yang melanda Kampung Pobiatma, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib membenarkan adanya dukungan dari pemerintah pusat tersebut yang disampaikan saat memberikan keterangan di Wamena pada Senin.
Atenius Murib menyatakan bahwa “Kami telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Papua Merauke untuk dapat membantu penanganan pasca-bencana alam di Asotipo,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut diberikan karena bencana di Distrik Asotipo telah ditetapkan sebagai bencana daerah melalui surat keputusan Bupati Jayawijaya.
Berdasarkan surat keputusan tersebut, tim dari Balai Wilayah Sungai Papua Merauke akan turun langsung ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi terkini.
“Atas dasar SK Bupati Jayawijaya tentang bencana daerah di Asotipo, sehingga tim dari Balai Wilayah Sungai Papua Merauke akan datang melihat secara langsung kondisi terkini di daerah yang terdampak tanah longsor dan banjir tersebut,” ujarnya.
Atenius Murib menyebutkan bahwa surat keputusan Bupati Jayawijaya tentang bencana daerah di Distrik Asotipo berlaku selama empat bulan, terhitung sejak Januari hingga April 2026.
“Selama kurun waktu empat bulan ke depan, Balai Wilayah Sungai Papua Merauke akan membantu menangani masalah setelah kejadian bencana alam di Asotipo, sehingga daerah itu dapat kembali seperti semula,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa penanganan pasca-bencana akan difokuskan pada normalisasi sungai yang terdampak akibat tanah longsor dan banjir.
“Balai Wilayah Sungai Papua Merauke akan melakukan normalisasi beberapa cabang kali sungai yang masuk dalam bencana alam tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Perumahan Kabupaten Jayawijaya telah melakukan pendataan kerusakan rumah warga untuk mengetahui jumlah rumah yang tertimbun lumpur dan tidak dapat diperbaiki serta rumah yang masih bisa dibersihkan untuk kemudian direlokasi.
Atenius Murib menyampaikan bahwa “Kami sudah mencatat kerugian yang yang terjadi akibat tanah longsor dan banjir, berapa rumah yang tertutup lumpur dan tidak bisa diperbaiki, berapa rumah yang bisa dibersihkan untuk segera dilakukan relokasi,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








