
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah kembali melakukan operasi modifikasi cuaca pada Senin, 2 Februari 2026, sebagai upaya pengendalian curah hujan di wilayah DKI Jakarta.
Pada hari tersebut BPBD DKI Jakarta melaksanakan empat sorti penerbangan operasi modifikasi cuaca yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan hasil pemantauan di lapangan.
Ia mengungkapkan, "Pelaksanaan OMC ini tetap memperhatikan kondisi cuaca dan hasil evaluasi lapangan".
Evaluasi dan Koordinasi Lintas Instansi
Berdasarkan evaluasi data curah hujan, operasi modifikasi cuaca yang dilakukan sejak 30 Januari hingga Senin terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen.
BPBD DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca berjalan optimal dan sesuai dengan analisis dinamika atmosfer terkini.
Imbauan Kewaspadaan Masyarakat
Meski operasi modifikasi cuaca telah dilakukan, BPBD DKI Jakarta tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat petir dan angin kencang.
Isnawa Adji mengimbau masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air dengan menyatakan, "Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalisir risiko genangan dan banjir".
Informasi kebencanaan dan layanan kedaruratan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, situs bpbd.jakarta.go.id, media sosial resmi bpbddkijakarta, aplikasi JAKI, serta laman pantau banjir Jakarta.
- Penulis :
- Aditya Yohan








