Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polda Papua Barat Kerahkan 150 Personel Gabungan dalam Operasi Keselamatan Mansinam 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Polda Papua Barat Kerahkan 150 Personel Gabungan dalam Operasi Keselamatan Mansinam 2026
Foto: Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulatiana (tengah) memeriksa kesiapan personel saat apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Mansinam 2026 di Manokwari, Senin 2/2/2026 (sumber: ANTARA/Fransiskus Salu Weking)

Pantau - Polda Papua Barat mengerahkan sebanyak 150 personel gabungan dalam Operasi Keselamatan Mansinam 2026 yang dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Operasi melibatkan unsur gabungan dari TNI Angkatan Darat, Jasa Raharja, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan.

Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana menyampaikan bahwa operasi ini merupakan langkah antisipatif dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.

"Operasi ini sebagai langkah cipta kondisi turunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas," ungkapnya.

Sasaran Operasi dan Pendekatan Humanis

Sasaran utama dari operasi ini meliputi penindakan terhadap penggunaan knalpot bising, kendaraan yang tidak sesuai standar teknis, angkutan umum yang tidak laik jalan, penyalahgunaan sirene dan rotator, penggunaan TNKB yang tidak sesuai ketentuan, serta kendaraan pribadi yang dialihfungsikan menjadi angkutan umum.

Selain itu, penertiban juga menyasar perilaku pengendara yang membahayakan keselamatan, seperti tidak menggunakan helm standar, berboncengan lebih dari satu orang, dan parkir sembarangan di bahu jalan, terutama di kawasan wisata.

Brigjen Pol Sulastiana menekankan kepada seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan yang bersifat preemtif, preventif, edukatif, persuasif, dan humanis.

Fokus Pencegahan dan Peran Media

Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat Kombes Pol Arief Bahtiar menyampaikan bahwa strategi operasi difokuskan pada upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, langkah preventif dilakukan melalui patroli dan penjagaan di titik-titik rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Upaya tersebut bertujuan meminimalisasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Penegakan hukum melalui tilang manual tetap dilakukan, namun hanya sebagai tahapan terakhir dan bersifat selektif untuk pelanggaran yang berisiko tinggi.

Kepolisian juga mengajak insan pers untuk berperan aktif menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat luas.

"Melalui sinergi antara kepolisian, media, dan masyarakat, diharapkan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas dapat terus ditekan," ia mengungkapkan.

Penulis :
Arian Mesa