Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Operasi Pekat Jaya 2026 Digelar Serentak, Polres Metro Jakarta Timur Fokus Cegah Tawuran dan Penyakit Masyarakat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Operasi Pekat Jaya 2026 Digelar Serentak, Polres Metro Jakarta Timur Fokus Cegah Tawuran dan Penyakit Masyarakat
Foto: Polres Metro Jakarta Timur bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Kodim 0505 menggelar konferensi pers terkait Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026 di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin 2/2/2026 (sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza)

Pantau - Polres Metro Jakarta Timur resmi menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026 sebagai langkah strategis untuk menekan angka tawuran dan berbagai bentuk gangguan ketertiban umum yang meresahkan warga.

Operasi ini dilaksanakan selama 15 hari, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026, dan merupakan bagian dari instruksi terpusat dari Polda Metro Jaya yang digelar secara serentak di seluruh wilayah hukumnya.

"Operasi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan gangguan kamtibmas, khususnya tawuran dan penyakit masyarakat," ungkap Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin, 2 Februari 2026.

Strategi Tiga Lapis untuk Cegah Tawuran dan Gangguan Kamtibmas

Operasi Pekat Jaya 2026 mengandalkan tiga strategi utama yang diterapkan oleh Polres Metro Jakarta Timur guna mencapai tujuan operasi secara maksimal.

Strategi pertama adalah pendekatan preventif berupa imbauan, sambang, dan penyuluhan kepada masyarakat.

"Upaya pencegahan kami lakukan dengan mengedepankan imbauan dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam perilaku yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas," jelas Akbar.

Strategi kedua mencakup pencegahan terpadu dengan melibatkan unsur pemerintah kota, TNI, dan elemen masyarakat melalui pembentukan posko-posko kamtibmas di seluruh wilayah Jakarta Timur.

"Semua unsur terlibat dalam strategi kedua ini sebagaimana menekan potensi gangguan yang menjadi penyakit masyarakat," tambahnya.

Strategi ketiga adalah penegakan hukum berupa tindakan represif terhadap pelaku kejahatan dan gangguan kamtibmas.

"Penindakan hukum kami lakukan sebagai langkah terakhir untuk memberikan efek jera dan menjaga kondusivitas wilayah," tegas Akbar.

Sinergi Lintas Instansi dan Sasaran Operasi

Operasi ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Polda Metro Jaya, Pemerintah Kota Jakarta Timur, serta Kodim 0505 Jakarta Timur untuk memastikan efektivitas pencegahan dan penindakan di lapangan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa operasi ini menyasar berbagai bentuk kejahatan jalanan.

"Sasaran utama yang akan kami fokuskan di sini adalah penanggulangan terjadinya aksi-aksi tawuran," ujarnya.

Selain tawuran, operasi juga menargetkan geng motor, premanisme, peredaran minuman keras, obat-obatan terlarang, penggunaan petasan, balapan liar, dan berbagai kejahatan lainnya.

"Nanti kita akan fokus di wilayah hukum Jakarta Pusat, Jakarta Timur, termasuk Jakarta Selatan akan kita tempatkan pos pantau dan juga mobile dari patroli gabungan," jelasnya.

Polda Metro Jaya juga memetakan wilayah rawan dan mengaktifkan patroli siber untuk mengantisipasi kejahatan di media sosial.

Wilayah lain di luar DKI Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok juga turut menjadi sasaran dalam Operasi Pekat Jaya 2026.

Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dan mengawasi pergaulan remaja.

"Peran masyarakat dan keluarga sangat penting dalam mencegah tawuran dan penyakit masyarakat. Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta Timur," tutup Akbar.

Penulis :
Arian Mesa