Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Bali Bentuk Satgas Khusus Usai Ditegur Presiden Prabowo Soal Pantai Kotor

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Gubernur Bali Bentuk Satgas Khusus Usai Ditegur Presiden Prabowo Soal Pantai Kotor
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster sampaikan capaian PWA 2025 Rp369 miliar lampaui pungutan wisman 2024, Denpasar, Sabtu 3/1/2026 (sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Pantau - Gubernur Bali, Wayan Koster, merespons langsung teguran Presiden Prabowo Subianto terkait pantai-pantai di Bali yang kotor dengan menyatakan akan segera membentuk satuan tugas kebersihan pantai.

"Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai, begitu sampah datang langsung bisa dibersihkan," ungkapnya menegaskan komitmen dalam menangani persoalan sampah yang mencemari kawasan pesisir.

Teguran Presiden dan Respons Pemerintah Daerah

Teguran tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tahun 2026.

Presiden menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali yang dipenuhi sampah, terutama saat musim hujan.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah melibatkan siswa sekolah dalam kegiatan pembersihan lingkungan secara rutin.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa sampah kiriman yang mencemari pantai merupakan permasalahan tahunan yang terjadi terutama saat hujan deras di akhir tahun.

"Desember 2025, Januari dan awal Februari 2026, jadi asal hujan, sampah kiriman datangnya dari luar daerah begitu cepat, karena arusnya besar," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembersihan sampah di pantai memerlukan waktu 2 hingga 3 jam, termasuk mobilisasi petugas.

Karena itulah, pembentukan satuan tugas khusus dianggap lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan petugas harian.

Satgas, Armada Khusus, dan Pelibatan Pelajar

Gubernur Koster turut menanggapi arahan Presiden mengenai pelibatan siswa SD hingga SMA dalam pembersihan pantai seminggu sekali.

Menurutnya, selain menyiapkan siswa, perlu juga disiapkan alat pengangkut sampah agar proses pembersihan bisa berjalan efisien.

Pemerintah daerah Bali saat ini telah memiliki alat berat dalam jumlah yang memadai, namun tidak bisa dipusatkan hanya di satu lokasi.

Sebagai solusi, Pemprov Bali bekerja sama dengan Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung untuk menyiagakan armada pengangkut khusus di area pantai.

"Dengan arahan Bapak Presiden tadi, kami akan segera kumpulkan Kadis Lingkungan Hidup, kemudian kepala BPBD, Kadis Pendidikan, TNI dan Polri. Begitu pulang kita akan membentuk satuan tugas langsung," ujarnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas perhatian serius terhadap permasalahan lingkungan di Bali.

Ia menyebut Rakornas 2026 sebagai forum penting untuk kolaborasi seluruh penyelenggara pemerintahan di Indonesia.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi pantai di Bali berasal dari sejumlah tokoh, menteri, dan jenderal yang sedang berada di Korea Selatan.

Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan minat wisatawan dan berdampak negatif pada sektor pariwisata, yang menjadi salah satu sumber utama lapangan kerja di Bali.

Presiden pun menegaskan kesiapan pemerintah pusat untuk mendukung langsung penanganan sampah apabila diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengumumkan rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di seluruh Indonesia, termasuk di Bali.

Proyek tersebut ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan diharapkan bisa beroperasi dalam dua tahun ke depan.

Penulis :
Arian Mesa