Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR RI Sosialisasikan Aplikasi Perjalanan Dinas Terintegrasi untuk Wujudkan Parlemen Modern

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

DPR RI Sosialisasikan Aplikasi Perjalanan Dinas Terintegrasi untuk Wujudkan Parlemen Modern
Foto: Kepala Biro Keuangan Setjen DPR RI, Indra Pahlevi dalam acara Sosialisasi Aplikasi perjalanan Dinas Terintegrasi di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 2/2/2026 (sumber: DPR RI)

Pantau - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mengambil langkah konkret menuju parlemen modern dengan menyosialisasikan aplikasi perjalanan dinas terintegrasi di lingkungan kerjanya.

Sosialisasi dilakukan oleh Bagian Perjalanan, Biro Keuangan Setjen DPR RI pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta.

Kepala Biro Keuangan Setjen DPR RI, Indra Pahlevi, menjelaskan bahwa sistem ini merupakan bagian dari transformasi digital untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan DPR.

Tiga Aplikasi Dinas Terintegrasi Disosialisasikan

Indra mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan integrasi dari tiga aplikasi yang telah dikembangkan sebelumnya, yaitu Aladin, Sitangguh, dan Pandora.

Aplikasi Pandora, yang baru diluncurkan akhir 2025, dirancang khusus untuk menunjang administrasi perjalanan dinas secara digital.

"Hari ini kita coba memberikan sosialisasi itu karena dari tiga aplikasi utama di Biro Keuangan ini adalah kita ingin semuanya terintegrasi dalam rangka tentu adalah parlemen modern, good governance serta penyederhanaan proses," ungkapnya.

Selama ini, pengelolaan perjalanan dinas kerap menghadapi kendala sejak tahap pengajuan hingga pertanggungjawaban.

Proses administrasi yang rumit menyebabkan penyelesaian laporan perjalanan dinas bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Dengan sistem baru ini, pegawai tidak lagi perlu bolak-balik mengurus berkas secara manual karena seluruh proses diarahkan untuk berbasis digital.

Dorong Efisiensi dan Akuntabilitas

Sistem terintegrasi mendorong penggunaan dokumen digital secara menyeluruh, bukan sekadar mengunggah salinan dokumen fisik.

"Dengan sistem yang terintegrasi ini kita harapkan semua proses itu menjadi jauh lebih cepat. Tentu kita juga membutuhkan kedisiplinan dari semua stakeholders terkait dengan perjalanan dinas ini," ujarnya.

Integrasi sistem ini diharapkan memperkuat aspek akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dan pelaporan perjalanan dinas.

"Ini juga bagian dari upaya kita untuk meningkatkan akuntabilitas. Jadi sistem perjalanan dinas terintegrasi ini adalah tujuan utamanya adalah efektif, efisien dan akuntabel," ia menegaskan.

Penerapan sistem digital juga dimaksudkan untuk meminimalisir kesalahan akibat faktor manusia yang sering terjadi dalam proses manual.

Meski teknologi memiliki keterbatasan, sistem ini akan terus disempurnakan melalui kerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi (Pustekinfo) Setjen DPR RI.

Indra mengajak seluruh unit kerja di lingkungan DPR RI untuk mendukung penuh implementasi sistem ini.

Ia berharap penerapan sistem dapat menciptakan pengelolaan perjalanan dinas yang tertib, patuh terhadap regulasi, dan mendukung prinsip good governance.

Pada akhirnya, sistem ini diharapkan menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi secara lebih efektif dan bertanggung jawab.

Penulis :
Shila Glorya