
Pantau - Angkatan Laut (AL) Australia menegaskan pentingnya kemitraan strategis dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang aman, stabil, dan terbuka.
Penguatan Hubungan Maritim Indonesia-Australia
Komandan kapal perang Australia HMAS Toowoomba, Alicia Harrison, menyatakan bahwa Angkatan Laut Australia sangat menghargai hubungan erat dengan Indonesia yang dilandasi komitmen bersama memperkuat keamanan maritim.
"Kunjungan seperti ini memungkinkan kedua negara membentuk pemahaman atas visi bersama terhadap kawasan Indo-Pasifik sebagai kawasan dialog dan kerja sama", ungkapnya.
Harrison juga menegaskan bahwa kemitraan ini bertujuan menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang menjunjung hukum internasional serta memungkinkan setiap negara menentukan pilihannya sebagai negara berdaulat.
Menurut Harrison, kerja sama antara AL Australia dan TNI AL mencakup latihan bersama, dialog antar pemimpin, serta aktivitas persahabatan antarpersonel.
"Karena itu, sangat penting bagi kedua Angkatan Laut kita untuk menjadi mitra maritim yang dekat satu sama lain", ia mengungkapkan.
Ia juga menilai hubungan dengan Indonesia sebagai hubungan yang istimewa, mengingat kedua negara memiliki salah satu perbatasan maritim terpanjang di dunia.
Misi Regional dan Apresiasi Terhadap TNI AL
Dalam kunjungannya ke Jakarta, Harrison menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, khususnya Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Jakarta, atas sambutan hangat yang diberikan kepada HMAS Toowoomba.
Ia pun mengajak seluruh personel awak kapal untuk menghayati pengalaman dan kebudayaan Indonesia selama berada di Jakarta sebagai bagian dari upaya mempererat persahabatan kedua bangsa.
Menurut siaran pers resmi Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force), kunjungan HMAS Toowoomba merupakan bagian dari misi pelayaran kawasan (Regional Presence Deployments) yang dimulai bulan ini.
Selain HMAS Toowoomba, Australia juga mengerahkan kapal perang HMAS Warramunga untuk menjalankan misi serupa di kawasan Indo-Pasifik.
Kedua kapal perang tersebut diketahui berlayar dari Australia Barat dan dijadwalkan singgah di sejumlah wilayah di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur sebagai bagian dari penguatan kehadiran regional Australia.
- Penulis :
- Shila Glorya





