Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menperin: Program Gentengisasi Dorong Ekspansi Industri Genteng Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Menperin: Program Gentengisasi Dorong Ekspansi Industri Genteng Nasional
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pelantikan pengurus Asaki periode 2026-2029 di Jakarta, Selasa 3/2/2026 (sumber: ANTARA/A.Muzdaffar Fauzan)

Pantau - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa program gentengisasi membuka peluang besar bagi industri genteng nasional untuk melakukan ekspansi kapasitas produksi.

Ia menyebut bahwa industri genteng yang tergabung dalam Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) telah mencapai tingkat utilisasi sebesar 90 persen, yang menunjukkan kesiapan untuk memperluas produksi.

"Jadi yang tadi utilisasinya teman-teman Asaki sudah 90 persen, dengan adanya program gentengisasi, masih bisa ekspansi, tidak ada pilihan lain. Jadi harus siap-siap," ungkapnya.

Menperin juga menyoroti keunggulan genteng dibandingkan material atap lainnya dari sisi kenyamanan, ketahanan, dan dampak lingkungan, yang menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk mendorong gerakan gentengisasi.

"Jadi memang banyak keunggulan, saya kira pemerintah sudah mencanangkan gerakan gentengisasi, dan ini sebuah oportunity yang luar biasa bagi teman-teman Asaki," ia mengungkapkan.

Asaki Sambut Positif, Siap Lakukan Ekspansi

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyambut positif kebijakan gentengisasi dan menyatakan bahwa hal ini memberikan optimisme baru bagi industri genteng nasional.

"Bagi kami ini tentu sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Ini memberikan kami optimisme baru lagi untuk sektor genteng," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kapasitas produksi anggota Asaki saat ini mencapai 85 juta meter persegi per tahun dengan tingkat utilisasi yang sudah di atas 90 persen.

"Kapasitas 85 juta meter persegi per tahun produksinya. Boleh dikatakan hari ini sudah optimal utilisasinya, sudah di atas 90 persen," jelas Edy.

Asaki menyatakan kesiapan untuk memperluas kapasitas, membuka pasar baru, dan menyerap tenaga kerja tambahan sesuai arahan Presiden.

Edy juga menambahkan bahwa ekspansi industri genteng berpotensi mendorong pendirian pabrik-pabrik baru, termasuk kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih.

Namun, ia menekankan perlunya dukungan pemerintah, khususnya terkait ketersediaan energi dan bahan baku seperti clay.

"Kami juga membutuhkan sumber bahan baku, yaitu berupa clay. Ini untuk bahan bakar, untuk bahan baku genteng. Jadi itulah yang menjadi tantangan bagi kami. Secara pasar, secara teknologi, secara human resources, secara permodalan kami yakin kami siap untuk melakukan ekspansi," katanya.

Presiden Dorong Gentengisasi Nasional

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mencanangkan gerakan nasional gentengisasi untuk mengganti atap rumah dari seng menjadi genteng berbahan tanah liat.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Presiden menyampaikan bahwa atap seng masih mendominasi rumah-rumah di Indonesia.

Ia menilai bahwa atap seng membuat lingkungan terlihat kurang indah, serta tidak nyaman karena panas dan mudah berkarat.

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," tegas Presiden.

Presiden juga menyebut bahwa proyek gentengisasi akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi.

Penulis :
Shila Glorya