
Pantau - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andi Saiful Haq, menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) seperti "Messi tanpa Piala Dunia" dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Pernyataan itu disampaikan Saiful seusai pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar.
Dalam forum tersebut, Jokowi menyatakan akan berjuang memenangkan PSI pada Pemilu 2029 mendatang.
Jokowi Dianggap Belum Paripurna di Politik Legislatif
Meski belum tercatat sebagai kader PSI, langkah politik Jokowi ini dinilai sebagai bagian dari upaya melengkapi warisan politiknya.
Saiful menjelaskan bahwa analogi Messi merujuk pada perjalanan sang pemain yang sudah menjuarai hampir seluruh gelar prestisius di klub dan individu sebelum akhirnya meraih trofi Piala Dunia 2022 bersama Argentina.
"Messi sudah memenangkan hampir semua liga, mulai dari 10 gelar La Liga, tujuh gelar Copa Del Rey, dan empat Liga Champions. Belum lagi penghargaan bergengsi Ballon d’Or dan Sepatu Emas Eropa. Mirip seperti Pak Jokowi", ungkapnya.
Saiful menilai karier politik Jokowi sebagai eksekutif sudah nyaris sempurna.
Jokowi disebut berhasil menapaki semua tingkatan pemilihan langsung dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua kali memenangkan kursi Presiden RI.
"Pak Jokowi memenangkan Pilkada Wali Kota Solo dua kali dengan kemenangan fantastis, menang Pilkada Gubernur DKI dan dua kali memenangkan kursi Presiden Republik Indonesia. Bahkan namanya disebut-sebut sebagai faktor kemenangan Prabowo-Gibran. Jarang politisi nasional memiliki karir cemerlang seperti beliau. Setelah tidak menjabat pun, approval rating beliau masih tinggi", ujar Saiful.
Namun menurut Saiful, ada satu elemen politik yang belum dicapai Jokowi, yaitu kemenangan langsung dalam pemilu legislatif.
PSI Siap Menjadi Panggung Terakhir Jokowi
Saiful membandingkan kondisi tersebut dengan ambisi Messi menjelang akhir kariernya.
"Namun, ada yang kurang bagi Messi di antara semua kariernya di sepakbola dunia. Di penghujung kariernya, Messi tentu ingin mengangkat trofi Piala Dunia untuk Argentina, lalu itu terwujud pada tahun 2022. Kira-kira sama halnya dengan Pak Jokowi. Semua tingkatan pemilu eksekutif sudah pernah beliau menangkan. Tinggal satu lagi, pemilu legislatif", ia mengungkapkan.
Saiful menyebut bahwa meskipun Jokowi pernah ikut serta dalam kemenangan pemilu legislatif bersama PDI Perjuangan (PDIP), kontribusinya tidak dianggap sebagai faktor utama.
"Memang Pak Jokowi pernah bersama PDIP, namun kemenangan PDIP di pemilu legislatif, tidak akan pernah diakui sebagai kontribusi Jokowi, meski survei-survei menyatakan berbeda. Jadi, wajar jika dalam Rakernas PSI 2026 di Makassar, Jokowi akan mati-matian membawa PSI ke Senayan. Bagi Pak Jokowi ini adalah karir paripurna, sama halnya Piala Dunia bagi Messi", tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







