
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh penting di bidang politik luar negeri, termasuk Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri aktif maupun yang pernah menjabat, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (3/2), guna membahas isu-isu geopolitik terkini.
Pertemuan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini melibatkan tokoh-tokoh seperti Retno Marsudi, Yusuf Wanandi, Pahala Mansury, Alwi Shihab, Nurul Arifin, dan Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono.
Tukar Pandangan Soal Politik Luar Negeri
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan forum tukar pikiran strategis mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia di tengah dinamika global yang cepat berubah.
"Bapak Presiden hari ini menerima para Menteri Luar Negeri, Wakil Menlu, juga mantan Menlu, mantan Wakil Menlu serta para think-tank untuk berdiskusi," ungkapnya.
Arrmanatha menambahkan bahwa diskusi mencakup sejumlah isu krusial, terutama perkembangan geopolitik internasional yang berdampak pada kepentingan nasional.
Fokus Bahasan: Palestina hingga Dewan Perdamaian Gaza
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal turut hadir dan menyebut bahwa pertemuan ini merupakan undangan resmi dari Presiden Prabowo.
"Undangan untuk datang dan dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, termasuk Palestina," ujar Dino.
Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyampaikan ketertarikannya untuk mendengar langsung pemaparan Presiden terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
"Saya ada pandangan sendiri tapi saya ingin mendengar lagi pandangan, penjelasan nanti," ucap Marty.
Pertemuan Diwarnai Kehadiran Tokoh Berpengaruh
Selain para pejabat aktif, pertemuan juga dihadiri sejumlah mantan pejabat dan pemikir kebijakan luar negeri yang dikenal luas di kancah diplomasi internasional.
Tujuan utama dari forum ini adalah merumuskan strategi bersama dalam menghadapi tantangan geopolitik serta memperkuat posisi Indonesia di forum internasional.
- Penulis :
- Arian Mesa








