Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Alwi Shihab Dukung Keputusan Presiden Prabowo Gabung Board of Peace: "Kalau Kita di Dalam, Kita Bisa Ngomong"

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Alwi Shihab Dukung Keputusan Presiden Prabowo Gabung Board of Peace: "Kalau Kita di Dalam, Kita Bisa Ngomong"
Foto: Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 4/2/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab menyatakan dukungan penuhnya terhadap keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP), sebuah forum internasional yang membahas isu-isu perdamaian global.

Dalam pernyataannya, Alwi mengatakan, "Mendukung lah, masa enggak mendukung," ungkapnya menanggapi langkah pemerintah tersebut.

Alwi Soroti Keuntungan dan Catatan dalam Keanggotaan BoP

Alwi menilai bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP memberikan sejumlah keuntungan, meskipun tetap ada hal-hal penting yang harus menjadi perhatian.

"Ya ada keuntungan kita bergabung, tapi ada reservasi, itu aja kira kira. Jadi apa yang harus diperhatikan. Kita sudah masuk masa kita bilang keluar kan enggak mungkin," ia mengungkapkan.

Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia masuk ke dalam BoP didasari oleh alasan yang valid dan layak didukung.

Alwi menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia di forum tersebut penting demi memperjuangkan kepentingan bangsa serta nilai-nilai keadilan global.

Pembelaan terhadap Palestina dan Sikap Bijak Presiden

Menanggapi tidak dilibatkannya Palestina dalam Board of Peace, Alwi justru menilai hal tersebut sebagai alasan kuat bagi Indonesia untuk hadir dalam forum tersebut dan menyuarakan pandangannya.

"Kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong, tapi kalau kita di dalam, kita bisa ngomong 'jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan Palestina, jangan hanya Israel saja yang diperhatikan’. Itu kira kira yang ingin saya sampaikan," jelasnya.

Alwi menekankan bahwa kehadiran Indonesia dalam BoP memungkinkan pemerintah menyampaikan masukan dan koreksi terhadap arah kebijakan internasional.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, serta para mantan Menlu dan Wamenlu di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas isu geopolitik terkini.

Alwi mengapresiasi langkah Presiden Prabowo tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang bijaksana.

"Saya kira ini sangat positif, ini kan pertama kali begini, yang bekas Menlu diajak bicara. Beliau ini bijaksana lah," pungkasnya.

Penulis :
Arian Mesa