
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menggelar rapat terbatas khusus pada Kamis siang, 5 Februari 2026, guna membahas finalisasi rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
Finalisasi Rute dan Tarif Masih Sesuai Ketentuan Lama
Dalam keterangannya, Pramono menyampaikan bahwa pertemuan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan akhir menjelang peluncuran layanan transportasi tersebut.
"Hari ini, kebetulan kita ada ratas (rapat terbatas) khusus untuk finalisasi TransJabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan untuk menaikkan tarif Transjakarta maupun Transjabodetabek.
Untuk rute Blok M–Soetta, tarif yang berlaku masih sama, yaitu Rp2.000 sebelum pukul 07.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 07.00 WIB.
Jenis bus yang akan digunakan dalam trayek ini belum dirinci, namun Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 20 unit bus untuk operasional awal.
Peluncuran rute ini dijadwalkan berlangsung pekan depan, meskipun tanggal pasti belum ditentukan.
Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum
Pramono menyatakan keyakinannya bahwa rute baru ini akan diminati masyarakat karena menawarkan tarif terjangkau dan waktu tempuh lebih cepat, berkat penggunaan jalur khusus.
Ia juga memastikan bahwa rute baru ini tidak akan menghapus trayek lama yang sudah ada.
Pemprov DKI Jakarta tetap akan berkoordinasi dengan Damri terkait pengoperasian rute sebelumnya agar tidak terjadi tumpang tindih.
"Ini memberikan kemudahan kepada publik untuk memilih supaya transportasinya lebih banyak pilihan. Dengan banyak pilihan, orang tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi. Jadi, ujung-ujungnya adalah mengurangi kendaraan pribadi," ia menegaskan.
Penambahan rute ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemprov DKI untuk mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







