
Pantau - Sebanyak 888 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekretariat Jenderal DPR RI resmi dilantik dan diambil sumpah/janji pada Rabu, 4 Februari 2026, dalam sebuah upacara di Gedung Nusantara IV, DPR RI, Senayan, Jakarta.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Novita Wijayanti, menyatakan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi merupakan tonggak penting dalam pengabdian kepada negara dan lembaga parlemen.
"Pelantikan hari ini bukan hanya sekadar agenda administratif, tapi merupakan tonggak penting dalam perjalanan pengabdian saudara-saudara sekalian pada negara bangsa dan khususnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia," ungkap Novita.
Pelantikan Jadi Bukti Pengakuan Negara terhadap SDM DPR
Novita menegaskan bahwa pelantikan ini adalah bentuk pengakuan negara atas kompetensi dan dedikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung kerja parlemen.
"Atas nama Pimpinan Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI dan secara pribadi, saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara PPPK yang pada hari ini resmi dilantik sebagai ASN di Sekretariat Jenderal DPR RI," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, jajaran Deputi Administrasi, Biro SDMA, serta semua pihak yang bekerja dalam proses seleksi hingga pelantikan.
"Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sekjen DPR RI Bapak Indra, jajaran Deputi Administrasi, Biro SDMA, dan seluruh pihak yang telah bekerja secara sungguh-sungguh, profesional, dan akuntabel," katanya.
Tuntutan Netralitas dan Etika di Birokrasi Parlemen
Novita mengingatkan bahwa DPR RI memiliki fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran yang menuntut dukungan birokrasi profesional dari Sekretariat Jenderal DPR RI.
Ia menekankan bahwa birokrasi parlemen memiliki kekhasan tersendiri dan menuntut aparatur untuk bekerja cepat dan cermat, memahami dinamika politik tanpa terlibat di dalamnya, serta menjaga netralitas dan etika.
"Birokrasi parlemen menuntut aparatur yang mampu bekerja cepat namun tetap cermat, memahami dinamika politik dan kenegaraan tanpa terlibat di dalamnya, serta menjaga netralitas, etika, dan profesionalisme dalam setiap situasi," tegas Novita.
Kepada para PPPK yang baru dilantik, Novita menyampaikan harapan agar mereka:
- Bekerja profesional dengan etos kerja tinggi
- Menjaga disiplin, integritas, dan etika aparatur
- Terus meningkatkan kapasitas diri dan berinovasi
- Menjunjung semangat kebersamaan dan kolaborasi
"Integritas adalah nilai yang tidak bisa ditawar. Setiap tugas yang saudara emban harus dilaksanakan secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Wujudkan Birokrasi DPR yang Profesional dan Modern
Menutup sambutannya, Novita berharap seluruh PPPK menjadi bagian dari birokrasi parlemen yang profesional, modern, dan berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kelembagaan DPR RI.
"Semoga saudara dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kelembagaan DPR RI, serta menjadi bagian dari birokrasi parlemen yang profesional, modern, dan berintegritas," tutupnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








