
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Yordania secara resmi menjalin kerja sama strategis di bidang jaminan produk halal (JPH) melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Organisasi Standar dan Metrologi Yordania (JSMO), pada Rabu, 4 Februari 2026.
Penandatanganan MoU dilakukan di Gedung BPJPH, Jakarta Timur, dan disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat dari kedua negara.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat jejaring halal global.
"Kerja sama ini bukan hanya soal pengakuan sertifikat halal, tetapi tentang membangun sistem halal global yang saling terhubung, saling percaya, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara," ungkapnya.
Ia berharap sinergi Indonesia-Yordania dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk halal nasional, sekaligus memperkuat standar dan tata kelola halal di kancah internasional.
Cakupan Kerja Sama Indonesia-Yordania
Kerja sama antara BPJPH dan JSMO mencakup berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.
Poin kerja sama meliputi penguatan teknologi jaminan produk halal, pelatihan dan pertukaran keahlian, pengembangan fasilitas dan infrastruktur halal, serta penelitian dan pengembangan di bidang halal.
"Kedua pihak juga menyepakati mekanisme saling pengakuan dan saling keberterimaan hasil sertifikasi halal, koordinasi pertukaran standar dan regulasi teknis, serta pengakuan sertifikat halal yang diterbitkan masing-masing lembaga," jelas Haikal.
Sinergi Nasional dengan Universitas Tadulako
Selain kerja sama internasional, BPJPH juga memperkuat sinergi di tingkat nasional melalui kolaborasi dengan Universitas Tadulako.
Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem halal nasional melalui berbagai program pendidikan, riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan dan penguatan sumber daya manusia.
Ruang lingkup kerja sama ini juga mencakup pengembangan kurikulum jaminan produk halal untuk jenjang diploma, sarjana, hingga pascasarjana.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM halal nasional sebagai fondasi keberlanjutan ekosistem halal Indonesia," ia mengungkapkan.
- Penulis :
- Shila Glorya








