
Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kemudahan beribadah bagi seluruh umat beragama saat meninjau Vihara dan Kelenteng Sian Djin Ku Poh di Karawang, Jawa Barat, Kamis (5 Februari 2025).
Negara Hadir Menjamin Hak Beribadah
Menteri Agama menyampaikan bahwa negara memiliki kewajiban untuk menjamin hak seluruh warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
Ia menegaskan bahwa proses perizinan pembangunan rumah ibadah tidak boleh dipersulit.
"Jika ada orang yang ingin beribadah namun belum memiliki tempatnya, kewajiban kita minimal adalah memberikan kemudahan perizinan. Jangan sampai niat baik mendekatkan diri kepada Tuhan terhambat oleh urusan administratif," ungkapnya.
Menag juga menyoroti pentingnya keteladanan dalam menjaga toleransi antarumat beragama.
Ia menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW saat di Madinah yang memperhatikan pembangunan rumah ibadah umat lain yang terhenti karena kendala biaya.
"Inilah potret toleransi sejati yang diajarkan Rasulullah SAW. Perhatian beliau terhadap umat beragama lain sangat besar. Spirit inilah yang harus kita teladani dalam menjaga keberagaman di Indonesia," ia mengungkapkan.
Bantuan Rp50 Juta untuk Perbaikan Vihara
Dalam kunjungannya ke Karawang, Menag menyerahkan bantuan perbaikan rumah ibadah sebesar Rp50 juta kepada pengurus Yayasan Sian Djin Ku Poh.
Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kenyamanan beribadah umat Buddha.
" Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat luas, baik untuk perbaikan sarana fisik rumah ibadah maupun untuk program-program pemberdayaan umat di sekitarnya," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa rumah ibadah berperan penting dalam membentuk karakter manusia.
Menurutnya, seseorang yang jauh dari rumah ibadah berisiko jauh dari Tuhan, dan hal itu bisa berdampak negatif pada perilaku sosial.
"Membantu orang agar mudah beribadah berarti membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Kita patut bersyukur rumah ibadah ini berdiri tegak dan memiliki jemaah yang aktif," katanya.
Menag turut mengajak umat Buddha di Karawang untuk memanfaatkan Vihara dan Kelenteng Sian Djin Ku Poh sebagai pusat kegiatan spiritual.
Ia menegaskan pentingnya menyelaraskan keindahan fisik bangunan dengan semangat beribadah jamaah.
"Jangan sampai bangunannya saja yang megah dan cantik, tapi tidak ada yang mengunjungi untuk beribadah. Kalau tempatnya sudah nyaman, tidak ada alasan lagi untuk malas. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin jauh kita dari kemungkaran. Insya Allah," pungkasnya.
- Penulis :
- Shila Glorya







