
Pantau - Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan untuk merumuskan kebijakan fiskal yang lebih adaptif pada tahun 2026.
Realisasi Pajak Turun, Jadi Sorotan Utama DPR
Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan pentingnya memahami secara akurat posisi fiskal tahun 2025 untuk menghindari pengulangan tekanan yang sama di masa depan.
"Kita ingin mengetahui posisi pastinya 2025 itu seperti apa? Kalau kita menghadapi tekanan-tekanan karena apa? Itu akan menjadi dasar pijakan kita di 2026 untuk melakukan beberapa evaluasi perbaikan. Ini penting, jangan sampai kemudian kita menghadapi situasi yang sama di tahun yang berbeda," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penerimaan negara per 31 Januari 2026 telah mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen secara tahunan dibanding Januari 2025 yang tercatat Rp157,3 triliun.
Capaian tersebut setara dengan 5,5 persen dari total target APBN 2026 yang sebesar Rp3.153,6 triliun.
Meski ada pertumbuhan awal tahun yang positif, Komisi XI tetap menyoroti fakta bahwa realisasi penerimaan negara tahun 2025 secara keseluruhan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Realisasi penerimaan pajak tahun 2025 tercatat sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025, yaitu Rp2.189,3 triliun.
Angka ini lebih rendah dibanding realisasi pajak tahun 2024 yang mencapai Rp1.931,6 triliun.
Penyebab Penurunan dan Harapan Pemulihan
Menteri Keuangan menjelaskan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain:
- Moderasi harga komoditas global
- Peningkatan restitusi pajak sebagai dampak kebijakan relaksasi dan percepatan pemeriksaan
- Fokus kebijakan fiskal pada menjaga daya beli masyarakat dan kelangsungan usaha
- Misbakhun menilai bahwa meski ada tekanan, tren awal tahun 2026 memberikan harapan.
"Tentu ini memberikan harapan, karena mudah-mudahan dengan situasi yang makin membaik dan banyak permasalahan yang sudah diatasi oleh Menteri Keuangan bisa menjadi salah satu indikasi tentang perbaikan-perbaikan kita ke depan," ujarnya.
Evaluasi atas kinerja dan tantangan penerimaan negara tahun 2025 akan menjadi dasar penting dalam merumuskan strategi optimalisasi penerimaan negara pada 2026 yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








