
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana agar warga segera menempati hunian yang layak dan aman.
Pembangunan huntara ini dilakukan oleh Kementerian PU dan diberitakan pada kanal Humaniora ANTARA News, Minggu, 8 Februari 2026, pukul 01.55 WIB, dengan sasaran masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi sebelum hunian ditempati masyarakat.
"Ia menegaskan bahwa Hunian harus siap secara menyeluruh. Air bersih tidak boleh menjadi persoalan ketika masyarakat mulai menempati. Sanitasi, termasuk listrik, harus dipastikan berfungsi sebelum hunian dihuni," ungkapnya.
Di lokasi pembangunan, Kementerian PU membangun sebanyak 252 unit hunian sementara yang terdiri atas 21 blok modular dengan setiap blok berisi 12 unit.
Hunian sementara tersebut diperuntukkan bagi sekitar 245 kepala keluarga atau sekitar 1.800 jiwa terdampak bencana di Tapanuli Selatan.
Pengaturan dan penetapan calon penghuni hunian sementara sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.
Pembangunan hunian sementara dilaksanakan di atas lahan seluas sekitar 2,6 hektare dari total lahan tersedia sekitar 16,8 hektare.
Sisa lahan yang belum digunakan akan dikembangkan lebih lanjut untuk pembangunan hunian tetap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Secara teknis, hunian sementara dibangun menggunakan sistem konstruksi modular untuk mempercepat waktu pengerjaan.
Struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan dan baja CNP dengan dinding sandwich panel serta penutup atap berbahan metal.
Lantai hunian menggunakan material GRC dengan finishing vinyl dan setiap unit dirancang memiliki ventilasi serta pencahayaan yang memadai.
Setiap blok modular dilengkapi enam unit toilet dan enam unit shower yang terdiri atas tiga untuk perempuan dan tiga untuk laki-laki.
Secara keseluruhan, kawasan hunian ini memiliki 126 unit toilet dan 126 unit shower serta dapur bersama di setiap blok.
Kawasan hunian sementara juga dilengkapi masjid, gedung serbaguna, dapur umum, area cuci, ruang komunal, pos jaga, tempat penampungan sementara, area hijau, taman bermain anak, lapangan olahraga, dan area parkir.
Pembangunan hunian sementara ini ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadhan agar masyarakat dapat segera menempatinya sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU berkolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN Karya, PLN sebagai penyedia listrik, serta unit teknis Kementerian PU untuk penyediaan air bersih dan infrastruktur pendukung lainnya.
Kementerian PU menegaskan komitmennya memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar guna memberikan rasa aman dan hunian yang layak bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan.
- Penulis :
- Gerry Eka







