Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ketua Dewan Pers: Rata-Rata 10 Pengaduan Per Hari, Media Harus Jaga Etika dan Profesionalisme

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ketua Dewan Pers: Rata-Rata 10 Pengaduan Per Hari, Media Harus Jaga Etika dan Profesionalisme
Foto: (Sumber: Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, di Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari.)

Pantau - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengungkapkan bahwa Dewan Pers menerima rata-rata 10 pengaduan setiap hari dari masyarakat terkait sengketa pemberitaan yang dinilai tidak akurat dan merugikan pihak tertentu.

"Sehari itu bisa 10 pengaduan loh. Dispute akibat dari pemberitaan yang dianggap merugikan orang. Lama-lama nanti masyarakat kehilangan kepercayaan pada pers kalau begitu caranya," ungkapnya.

Sorotan Etika dan Profesionalisme Media

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Kota Serang, Banten, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Komaruddin menyoroti maraknya media tidak profesional atau disebutnya sebagai media "homeless" yang kerap mengabaikan akurasi dan objektivitas dalam peliputan.

Ia menegaskan pentingnya menjaga tiga landasan utama dalam jurnalisme, yaitu profesionalisme, objektivitas, dan etika.

"Tiga itu harus dijaga. Kalau tidak, nanti orang akan kehilangan kepercayaan pada pers," ia mengungkapkan.

Dorongan untuk Inovasi dan Regulasi

Konvensi ini disebutnya sebagai momentum revitalisasi dan evaluasi menyeluruh untuk membaca arah masa depan pers Indonesia.

Dewan Pers, menurutnya, mendorong insan pers untuk lebih inovatif dan kreatif, namun tetap taat pada kode etik jurnalistik.

Di sisi lain, Dewan Pers juga terus mendesak pemerintah agar mempercepat pengaturan regulasi mengenai publisher rights, terutama untuk menjamin royalti atas karya jurnalistik yang digunakan oleh platform berbasis AI.

"Kita membuat langkah-langkah ke dalam dan keluar. Ke pemerintah soal regulasi, ke dalam kita dorong kawan-kawan pers lebih inovatif," katanya.

Komaruddin menutup dengan penekanan bahwa pemulihan kepercayaan publik terhadap pers sangat bergantung pada komitmen terhadap etika dan kualitas kerja jurnalistik.

Penulis :
Gerry Eka