
Pantau - Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin menyatakan bahwa hibah kapal patroli dari Jepang untuk TNI memberikan keuntungan nyata dalam penguatan pengamanan laut Indonesia yang memiliki wilayah perairan luas dan kompleksitas ancaman tinggi.
Kapal patroli yang dihibahkan bernilai lebih dari Rp200 miliar atau setara 1,9 miliar yen tersebut menjadi tambahan penting bagi TNI Angkatan Laut setelah disepakati dalam rapat kerja tertutup Komisi I DPR bersama Kementerian Pertahanan dan TNI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 10 Februari.
Ia menyatakan, “Kalau kita lihat dari kebutuhan lapangan, kapal patroli seperti ini jelas membantu. Wilayah laut kita luas sekali, sementara ancaman di lapangan itu sifatnya cepat dan dinamis,” ungkapnya.
Kapal dengan karakter cepat dan lincah tersebut dinilai relevan untuk kebutuhan patroli rutin serta meningkatkan kemampuan respons TNI AL terhadap ancaman yang bersifat cepat dan dinamis.
Kehadiran kapal patroli hibah itu dinilai akan memperkuat kehadiran negara di wilayah laut yang rawan pelanggaran seperti penyelundupan, perompakan, pencurian kekayaan alam, hingga penyusupan kapal asing.
Dengan kemampuan manuver yang tinggi, kapal tersebut efektif mendukung tugas TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nurul Arifin mengingatkan bahwa manfaat hibah harus diimbangi dengan kesiapan jangka panjang termasuk perawatan berkelanjutan, ketersediaan suku cadang, serta kesiapan sumber daya manusia.
Ia menyampaikan, “Sekarang kita terbantu, itu tidak bisa dipungkiri. Ke depan harus dipikirkan juga soal perawatan, suku cadang, dan kesiapan SDM kita,” tegasnya.
Dari sisi ekonomi, hibah kapal patroli dinilai memberikan efisiensi anggaran karena mengurangi kebutuhan pengadaan alat utama sistem persenjataan baru.
Dalam konteks politik luar negeri, kerja sama dengan Jepang disebut harus tetap ditempatkan dalam kerangka politik luar negeri bebas aktif serta dijadikan bagian dari penguatan kapasitas nasional melalui alih pengetahuan dan pelibatan industri dalam negeri.
Dengan pengelolaan yang tepat, bantuan tersebut dinilai dapat menjadi keuntungan strategis bagi Indonesia sekaligus mempererat kerja sama bilateral di bidang pertahanan dan keamanan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







