Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI AU Sukses Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol Trans Sumatera, Pertama Kali dalam Sejarah Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

TNI AU Sukses Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol Trans Sumatera, Pertama Kali dalam Sejarah Indonesia
Foto: Pesawat tempur F-16 TNI AU menguji coba pendaratan dan lepas landas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematanag Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231, Provinsi Lampung 12/2/2026 (sumber: Dispen TNI AU)

Pantau - TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil melaksanakan uji coba pendaratan dua pesawat tempur di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada Selasa (tanggal tidak disebutkan), menjadikannya sebagai yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

Lokasi dan Jenis Pesawat Tempur

Uji coba berlangsung di Ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), tepatnya di KM228 hingga KM231, Provinsi Lampung.

Dua jenis pesawat tempur yang dilibatkan adalah EMB-314 Super Tucano dan F-16.

"Uji coba pendaratan pesawat tempur berjalan sukses. Begitu pula dengan lepas landasnya berjalan aman. Uji coba ini menjadi yang pertama dilakukan di jalan tol di Indonesia," ungkap Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto.

Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan uji coba ini berjalan aman dan lancar.

“Dilaksanakan pada hari ini, ini untuk yang pertama kali ya, uji coba pendaratan pesawat tempur di jalan tol. Alhamdulillah, hari ini dapat kita laksanakan dengan aman dan lancar,” ia mengungkapkan.

Tujuan Strategis dan Sistem Pertahanan Semesta

Menurut Donny, uji coba ini merupakan bagian penting dari penguatan sistem pertahanan negara.

Tujuannya adalah untuk menyiapkan infrastruktur sipil, dalam hal ini jalan tol, agar dapat difungsikan sebagai landasan pacu alternatif dalam situasi darurat.

"Kedua pesawat tempur yang diuji, Super Tucano dan F-16, dilaporkan dalam kondisi aman. Artinya, apa yang kita rencanakan berhasil dan berjalan sesuai skenario," tegasnya.

Ia menekankan bahwa pendaratan pesawat di jalan tol bukan sekadar atraksi, tetapi bagian dari strategi nyata pertahanan nasional.

"Jalan tol disiapkan sebagai alternatif landasan pacu ketika pangkalan udara tidak dapat digunakan," ujarnya.

Donny juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pertahanan negara.

"Ini adalah perwujudan sistem pertahanan semesta. Pertahanan negara bukan hanya urusan TNI, tetapi melibatkan kementerian, pengelola jalan tol, dan masyarakat yang hari ini bersedia mengalah menggunakan jalur alternatif," ia menambahkan.

Super Tucano merupakan pesawat turboprop yang digunakan untuk patroli udara, pengintaian, dan dukungan udara jarak dekat.

Sementara F-16 adalah pesawat tempur supersonik yang menjadi bagian dari garda terdepan dalam sistem pertahanan udara nasional.

Uji coba ini menandai kesiapan infrastruktur sipil dalam mendukung operasi militer saat dibutuhkan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara TNI, kementerian teknis, dan masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa