Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendag Budi Santoso Melaporkan 149 Pasar Rakyat Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Beroperasi Kembali

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendag Budi Santoso Melaporkan 149 Pasar Rakyat Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Beroperasi Kembali
Foto: (Sumber: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat di Kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Rabu (11/2/2026). (ANTARA/HO-Kemendag).)

Pantau - Kementerian Perdagangan melaporkan sebagian besar pasar rakyat di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah beroperasi kembali.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan dari total 166 pasar rakyat yang terdampak, sebanyak 149 pasar atau sekitar 90 persen telah pulih dan kembali beroperasi, sementara 17 pasar lainnya masih dalam proses percepatan rehabilitasi yang mayoritas berada di Provinsi Aceh.

"Dari total 166 pasar rakyat dan 4.952 pedagang yang terdampak, sebagian besar atau sekitar 90 persen telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan, mayoritas berada di Provinsi Aceh," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Pemulihan pasar rakyat dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah aksi bersih pasar di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Kemendag juga menyalurkan 100 unit tenda sebagai sarana sementara bagi pedagang agar tetap dapat berjualan selama pemulihan berlangsung.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dari 274 gerai toko swalayan yang terdampak bencana, sebanyak 259 gerai atau sekitar 95 persen telah kembali beroperasi normal.

"Ditargetkan seluruhnya dapat beroperasi paling lambat pada akhir Februari 2026," kata Mendag.

Pemerintah juga mencatat kondisi harga relatif stabil seiring normalnya kembali aktivitas distribusi dan logistik di wilayah terdampak bencana.

Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Januari hingga Februari 2026 disebut menunjukkan tren penurunan dibanding Desember 2025.

Penulis :
Ahmad Yusuf