
Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong satuan pendidikan formal keagamaan Hindu Widyalaya mampu menciptakan siswa yang cerdas sekaligus berkarakter saat membuka Parade Budaya Bhakti Pertiwi Widyalaya di Denpasar, Jumat.
“Melalui ini (pendidikan Widyalaya), kami berharap semoga berbanding lurus antara kepintaran kecerdasan dan pembinaan karakter kesantunan,” ujar Menag dalam sambutannya.
Ia menilai banyak lembaga pendidikan modern berbiaya mahal di Indonesia yang hanya menghasilkan siswa pintar tanpa diimbangi pembentukan karakter.
“Banyak sekali lembaga pendidikan berbayar mahal, tetapi belum tentu mereka itu semua bisa menghadirkan karakter, apa artinya cumlaude dalam kelulusan tapi semakin pintar semakin kurang ajar,” katanya.
Menag menyebut kehadiran sekolah Widyalaya dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA dapat menjadi pilihan umat Hindu untuk memperoleh pendidikan berkualitas yang menyeimbangkan intelektualitas dan moralitas.
Menag berharap sekolah Widyalaya mampu memperkuat kembali moralitas dan semangat keagamaan di tengah situasi yang dinilainya menghadapi krisis akhlak dan moral.
Ia melihat potensi besar pendidikan tersebut dari parade budaya yang tidak hanya menampilkan seni, tetapi juga mengenalkan kesadaran baru berupa ilmu ekoteologi.
Ilmu ekoteologi dijelaskan sebagai penggabungan antara ilmu lingkungan dan ketuhanan yang menekankan praktik beragama sejalan dengan upaya menjaga alam.
Melalui parade berfilosofi Segara Gunung, siswa Widyalaya menunjukkan bahwa praktik keagamaan tidak dapat dipisahkan dari pelestarian lingkungan.
Menag mengapresiasi penggunaan bahan alami dan material daur ulang dalam atribut pawai sebagai wujud nyata spiritualitas Hindu dalam aksi pelestarian lingkungan.
“Saya sangat mengapresiasi penggunaan bahan-bahan alami dan material daur ulang dalam atribut pawai ini, ini bukti nyata spiritualitas Hindu harus berbuah pada aksi pelestarian lingkungan, penggunaan busana dari berbagai penjuru Nusantara yang kalian kenakan juga menunjukkan bahwa Widyalaya adalah tempat moderasi beragama tumbuh subur,” ungkapnya.
“Pawai ini juga menjadi pesan kuat bagi dunia pendidikan kita bahwa pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, teguh dalam iman, namun juga lembut dan peduli terhadap kelestarian bumi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Menag menyampaikan kebanggaannya karena dalam dua tahun setelah terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Widyalaya, telah terbangun 146 sekolah di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







