
Pantau - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partainya berkoalisi permanen dengan rakyat sebagai respons atas wacana pembentukan koalisi permanen yang digaungkan Partai Golkar.
Hasto menyampaikan sikap tersebut di Jakarta saat menanggapi gagasan koalisi permanen yang sebelumnya muncul dalam Rapat Pimpinan Nasional I Tahun 2025 Partai Golkar pada Desember 2025.
Ia menyatakan, “Kalau bagi PDI Perjuangan kan koalisi permanen itu dengan rakyat karena sistem politik kita pascajatuhnya Soeharto mengembalikan makna kekuasaan itu untuk rakyat, dari rakyat, dan oleh rakyat,”.
Menurutnya, PDIP memegang prinsip bahwa kekuasaan berada penuh di tangan rakyat terlepas dari dinamika politik yang berkembang.
Terkait wacana koalisi permanen antarpartai, Hasto menegaskan partainya tidak mencampuri kedaulatan partai politik lain.
Ia mengatakan, “Bahwa dinamika politik itu begitu dinamis, terjadi perubahan konfigurasi peta politik nasional, bisa diadakan kerja sama antarpartai politik, ya, tapi kalau ada suatu partai menggagas kerja sama permanen, ya, bagi PDI Perjuangan kami tidak mencampuri kedaulatan partai lain,”.
Golkar Dorong Stabilitas Politik
Wacana koalisi permanen dimaksudkan sebagai bentuk kerja sama politik yang mengikat di parlemen dan pemerintahan.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan tujuan koalisi permanen untuk memastikan kebijakan strategis pemerintah mendapat dukungan politik yang stabil.
Bahlil mengatakan, “Stabilitas politik merupakan prasyarat utama bagi pembangunan berkelanjutan,".
Partai Golkar menyebut koalisi permanen sebagai transformasi dari koalisi elektoral taktis menuju koalisi ideologis dan strategis berbasis kesamaan platform dan agenda kebijakan.
Bahlil menambahkan, “Koalisi permanen ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan kontestasi pemilihan presiden,".
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan fraksi partai politik lain di parlemen untuk mewujudkan wacana koalisi permanen tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka







