Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi XI DPR Tegaskan Perlindungan Daya Beli Harus Jadi Prioritas Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi XI DPR Tegaskan Perlindungan Daya Beli Harus Jadi Prioritas Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Foto: (Sumber: Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai kegiatan Penyerahan Dana Korban Scam oleh IASC di Gedung AA Maramis, Jakarta, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas.)

Pantau - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama kebijakan ekonomi nasional menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

Misbakhun mengatakan bahwa "Setiap Ramadhan, konsumsi meningkat dan tekanan harga bisa muncul. Karena itu, negara harus hadir lebih awal, memastikan instrumen kebijakan bekerja sebelum gejolak terjadi," ujarnya.

Ia menjelaskan siklus musiman kenaikan permintaan bahan pokok sudah menjadi pola yang dapat dipetakan sehingga diperlukan langkah antisipatif yang matang.

Tanpa langkah tersebut, kondisi kenaikan harga berpotensi menggerus daya beli masyarakat khususnya kelompok menengah dan bawah yang rentan terhadap lonjakan harga pangan.

Misbakhun menyampaikan bahwa "Yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Kalau harga beras, gula, atau minyak goreng naik tidak wajar, itu langsung memukul pengeluaran rumah tangga. Maka pengendalian inflasi pangan harus menjadi perhatian serius," tegasnya.

Minta Otoritas Bergerak Preventif

Ia meminta Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, serta industri perbankan nasional untuk bersinergi menjaga stabilitas sistem keuangan.

Optimalisasi mekanisme deteksi dini potensi inflasi pangan dan penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah dinilai menjadi langkah strategis yang harus diaktifkan sejak awal.

Ia menegaskan bahwa "Koordinasi tidak boleh setengah-setengah. Kita ingin semua otoritas bergerak dalam satu frekuensi. Jangan menunggu harga bergejolak baru bertindak. Pendekatan kita harus preventif, bukan reaktif," katanya.

Selain itu, kelancaran distribusi logistik dan pengawasan terhadap praktik spekulasi pasar tidak boleh diabaikan dalam menjaga stabilitas harga.

Stabilitas Harga Jaga Ketenangan Masyarakat

Stabilitas nilai tukar rupiah serta kecukupan likuiditas perbankan turut menentukan kelancaran aktivitas ekonomi selama Ramadhan.

Misbakhun mengatakan bahwa "Stabilitas harga bukan sekadar angka statistik. Ini soal ketenangan masyarakat dalam beribadah dan menyambut hari raya. Kalau ekonomi stabil, perputaran usaha di daerah juga bergerak dan memberi dampak positif bagi pertumbuhan," ungkapnya.

Ia memastikan DPR akan menjalankan fungsi pengawasan dengan memantau perkembangan harga, likuiditas, dan efektivitas kebijakan hingga puncak Idul Fitri.

Penulis :
Ahmad Yusuf