
Pantau - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, membangun patung Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno di area Perpustakaan Daerah Nawaksara, Gianyar, pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 19.59 WIB, sebagai simbol penanaman nilai pendidikan dan nasionalisme bagi generasi muda.
Patung tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra dalam rangkaian piodalan atau upacara suci peringatan hari berdirinya tempat suci di Gedung Perpustakaan Daerah Nawaksara.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gianyar Ida Ayu Putu Eka Susanti mengatakan, "Ide pembuatan patung ini terinspirasi dari kisah sejarah ketika Bung Karno menjalani masa pengasingan," di Gianyar, Bali, Senin.
Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi keterbatasan dan tekanan penjajahan, Soekarno tetap meluangkan waktu untuk mengajarkan anak-anak di sekitarnya.
Selama masa pengasingan oleh pemerintah kolonial, Soekarno tetap aktif berdiskusi, mengajar, dan membangun kesadaran kebangsaan di tengah masyarakat.
Terinspirasi Kisah Pengasingan Bung Karno
Ida Ayu Putu Eka Susanti menambahkan bahwa sosok Soekarno memiliki perhatian besar terhadap pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.
Menurutnya, nilai perjuangan, semangat pendidikan, dan nasionalisme tersebut ingin diabadikan melalui visualisasi patung yang dibangun di lingkungan perpustakaan.
Dalam patung tersebut, Sang Proklamator ditampilkan sedang mendidik seorang anak yang berada di sampingnya dengan membawa buku sebagai simbol pendidikan dan literasi.
Soekarno dalam berbagai kesempatan pengasingan juga menanamkan semangat kebangsaan, wawasan, dan rasa percaya diri sebagai bangsa yang merdeka kepada anak-anak dan masyarakat sekitar.
Perkuat Budaya Literasi di Lingkungan Perpustakaan
Peresmian patung tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menanamkan nilai pendidikan, literasi, dan nasionalisme kepada generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap semangat mencerdaskan kehidupan bangsa terus tumbuh dan berkembang di lingkungan perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat.
Dengan hadirnya ikon baru tersebut, perpustakaan diharapkan semakin menarik minat kunjungan masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.
"Melalui momentum ini, kami menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan," imbuh Eka.
- Penulis :
- Leon Weldrick







