Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Longsor Setinggi 1,5 Meter Tutup Jalur Wisata Curug Cibeureum di Gunung Gede Pangrango

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Longsor Setinggi 1,5 Meter Tutup Jalur Wisata Curug Cibeureum di Gunung Gede Pangrango
Foto: (Sumber: Jalur menuju Curug Cibeureum-Salabintana di kawasan Gunung Gede-Pangrango, Jawa Barat, tertutup longsor sehingga jalur menuju tempat wisata ditutup sementara selama penanganan tuntas dilakukan. ANTARA/Ahmad Fikri..)

Pantau - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menutup sementara jalur menuju kawasan wisata Curug Cibeureum-Salabintana akibat bencana alam longsor yang menutup akses sejak beberapa hari terakhir.

Penutupan dilakukan karena jalur menuju air terjun Curug Cibeureum tertimbun material longsor dan sulit dilalui wisatawan.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni menyampaikan, "Jalur menuju Curug Cibeureum-Salabintana yang masuk dalam kawasan Gunung Gede-Pangrango yang berada di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, tertimbun longsor setinggi 1,5 meter dengan panjang lebih dari 15 meter akibat cuaca ekstrem," ungkapnya.

Proses pembersihan material longsor hingga saat ini masih berjalan sehingga kawasan Curug Cibeureum ditutup sementara.

Penutupan jalur wisata tersebut diperkuat dengan surat edaran resmi dari pihak pengelola taman nasional.

Pembersihan material longsor membutuhkan waktu cukup lama karena dilakukan secara manual dengan melibatkan sejumlah warga di sekitar kawasan taman nasional.

Upaya tersebut dilakukan agar akses menuju Curug Cibeureum dapat kembali dilalui wisatawan dengan aman.

Agus Deni berharap, "Kami berharap segera dapat dilalui agar wisatawan dapat kembali menikmati keindahan air terjun di kawasan Gunung Gede-Pangrango yang selama ini banyak diminati," katanya.

Jalur wisata akan kembali dibuka setelah material longsor berhasil dibersihkan dan dinyatakan aman untuk dilalui.

Pihak TNGGP meminta wisatawan untuk bersabar dan menunggu informasi resmi terkait pembukaan kembali jalur tersebut.

Selama penutupan berlangsung, wisatawan diminta tidak memaksakan diri untuk melintas karena proses pembersihan masih dilakukan dan dilanjutkan dengan penanganan untuk mencegah longsor susulan.

Agus Deni menegaskan, "Setelah penanganan tuntas dilakukan, jalur akan dibuka kembali, namun wisatawan diminta untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur dan Sukabumi, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam," ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan