
Pantau - Polisi melakukan pengamanan ketat terhadap pelaksanaan ibadah Hari Raya Imlek 2577 Kongzili di wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa 17 Februari 2026, dengan mengerahkan 87 personel gabungan ke 38 titik kelenteng dan vihara yang tersebar di enam kecamatan.
Kepala Pengawas Operasi Polres Bengkayang Ade Iskandar menyampaikan pengamanan dilakukan berdasarkan surat perintah Kapolres Bengkayang Nomor Sprin/256/II/PAM.3.3./2026.
"Pengamanan dilakukan di 38 titik kelenteng dan vihara yang melaksanakan ibadah Imlek pada enam kecamatan dengan jumlah umat diperkirakan mencapai 3.315 orang," ujar Ade Iskandar di Bengkayang, Selasa.
Fokus Pengamanan di Pusat Kota
Dari total titik pengamanan tersebut, prioritas utama difokuskan pada sejumlah lokasi di pusat Kota Bengkayang yang menjadi pusat konsentrasi umat.
Salah satu titik prioritas adalah Vihara Ariamarama yang menjadi lokasi dengan jumlah umat cukup besar.
Personel kepolisian disiagakan sejak pagi hari di Vihara Ariamarama untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan khidmat.
"Petugas juga melakukan penjagaan berlapis mulai dari pintu masuk rumah ibadah, area parkir, hingga lingkungan sekitar vihara," ujarnya.
Pengamanan tidak hanya dilakukan di dalam area rumah ibadah, tetapi juga mencakup lingkungan sekitar guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Koordinasi dan Pengamanan Lalu Lintas
Kepolisian juga melakukan koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran serta PLN untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis selama kegiatan ibadah berlangsung.
Pendekatan pengamanan dilakukan secara humanis dengan tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan keamanan.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada umat yang melaksanakan ibadah Imlek. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, dengan fokus pada rumah ibadah dan titik-titik keramaian,” ujarnya.
Selain pengamanan rumah ibadah, personel kepolisian juga ditempatkan di sejumlah simpul lalu lintas di pusat kota dan kawasan padat aktivitas.
Penempatan personel di titik lalu lintas bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan serta menjaga kelancaran arus kendaraan selama perayaan Imlek berlangsung.
Pengamanan prioritas juga difokuskan pada 24 titik kelenteng dan vihara dengan jumlah jamaah sekitar 2.674 orang yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Bengkayang, Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan, Teriak, dan Sanggau Ledo.
Hingga siang hari, seluruh rangkaian ibadah dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.
"Kita mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga toleransi, ketertiban, dan keamanan lingkungan selama rangkaian perayaan Imlek berlangsung, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan keamanan di sekitarnya," ujarnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







