Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pantauan Hilal IKN Tandai Sejarah Penentuan Ramadhan 1447 Hijriah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pantauan Hilal IKN Tandai Sejarah Penentuan Ramadhan 1447 Hijriah
Foto: (Sumber: Masjid Negara IKN siap melaksanakan shalat tarawih perdana. ANTARA/HO-Dok OIKN..)

Pantau - Penentuan 1 Ramadhan tahun ini mencatatkan sejarah, karena untuk pertama kalinya pemantauan hilal dilakukan langsung dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), sebagaimana dimuat pada Rabu, 18 Februari 2026 pukul 06.52 WIB dengan waktu baca 2 menit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menyatakan bahwa Indonesia mengikuti pusat dalam penetapan awal Ramadhan, mengingat luasnya wilayah negara ini, dari Sabang hingga Merauke.

Berdasarkan pantauan dari tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, ketinggian hilal di wilayah KIPP IKN tercatat berada pada posisi minus 1,481 derajat.

Data tersebut menunjukkan bahwa hilal belum memenuhi syarat untuk penetapan 1 Ramadhan menurut kriteria MABIMS, yang mensyaratkan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Abdul Khaliq menambahkan bahwa perbedaan metode antara hisab dan rukyatul hilal dapat menyebabkan perbedaan dalam penetapan awal puasa di kalangan masyarakat.

Fathan, perwakilan tim Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, menjelaskan bahwa akurasi pengamatan sangat bergantung pada analisis ketinggian bulan, umur bulan, serta peta elongasi.

Fathan juga menyampaikan bahwa pengamatan bisa terpengaruh oleh cuaca, seperti awan tebal, yang dapat mengganggu visibilitas objek astronomis.

Pemerintah, melalui Kementerian Agama, telah menyebar titik pemantauan hilal di 96 lokasi di seluruh Indonesia untuk mendapatkan data yang akurat dan komprehensif.

Berdasarkan hasil sidang Isbat, Kementerian Agama memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penulis :
Aditya Yohan