Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Menjaga Berkah, Menata Pasar: Kesiapan NTB Sambut Ramadhan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menjaga Berkah, Menata Pasar: Kesiapan NTB Sambut Ramadhan
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Suasana bazar Ramadhan di Nusa Tenggara Barat menjelang waktu berbuka puasa, dengan lapak sayur, cabai, dan komoditas pangan lokal tertata rapi di tengah semarak lampu senja, mencerminkan denyut ekonomi rakyat dan kesiapan daerah menyambut bulan suci. (ANTARA/HO-AI).)

Pantau - Menjelang bulan suci Ramadhan, kehidupan di berbagai daerah Indonesia mulai dipenuhi oleh aktivitas yang khas, seperti pasar yang semarak dan bazar kuliner. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bekerja sama untuk memastikan kesiapan masyarakat menyambut puasa, sebagaimana dimuat pada Rabu, 18 Februari 2026 pukul 08:01 WIB dengan waktu baca 6 menit.

Kesiapan di NTB melibatkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas harga, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal, mengingat lonjakan permintaan pangan dan fluktuasi harga komoditas seperti cabai, bawang, minyak goreng, dan daging.

Untuk mengatasi lonjakan harga cabai yang mencapai Rp110.000 per kilogram di Mataram pada awal Februari, Pemerintah NTB melakukan intervensi pasar dengan gerakan pangan murah dan pasar rakyat. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, memantau pasar untuk memastikan distribusi kebutuhan lokal terlebih dahulu sebelum pengiriman ke luar daerah.

Selain cabai, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya dengan stok beras sekitar 154 ribu ton, minyak goreng 307 ribu liter, dan pasokan daging sapi yang dijaga dengan mendatangkan ternak dari Sumbawa.

NTB juga menerapkan gerakan diversifikasi produksi, mendorong petani untuk menanam cabai tumpang sari dengan sayuran lain dan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas pangan.

Di Lombok Tengah, gerakan pangan murah diadakan dengan kolaborasi antara masyarakat dan sektor terkait, memperkuat ketahanan pangan daerah dan menekan inflasi.

Bazar Ramadhan di Desa Bilebante, yang dianugerahi sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional 2025, turut menjadi pusat kuliner dan produk lokal. Bazar ini juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan