
Pantau - Putaran kedua perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran mencapai kemajuan dalam pertemuan yang digelar di Jenewa, Swiss, pada Selasa 17 Februari 2026.
Media daring AS, Axios, mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang menyatakan bahwa perundingan tersebut menunjukkan perkembangan positif meskipun masih terdapat banyak detail yang perlu dibahas lebih lanjut.
Setelah melakukan pembahasan dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden AS Donald Trump, para pejabat Iran berjanji akan menyerahkan proposal terperinci dalam dua pekan ke depan guna mengatasi sejumlah perbedaan sikap yang masih ada.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan bahwa pembahasan kali ini berlangsung lebih konstruktif dibandingkan putaran pertama yang digelar di Muscat pada awal Februari 2026.
Ia menyatakan bahwa kedua pihak telah menyepakati prinsip-prinsip panduan untuk potensi kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Perundingan yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran terjadi di tengah langkah pemerintahan Trump yang menghimpun kekuatan militer besar di dekat Iran sebagai persiapan potensi pelaksanaan operasi.
Pada pekan sebelumnya, Presiden Donald Trump mengirim gugus tempur kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militer AS.
Lebih dari 50 jet tempur F-35, F-22, dan F-16 dilaporkan telah bergerak ke kawasan tersebut dalam 24 jam terakhir berdasarkan data radar penerbangan sumber terbuka dan keterangan seorang pejabat AS yang dikutip Axios.
Pada Jumat 13 Februari 2026, Trump menyatakan bahwa pergantian rezim di Iran akan menjadi hal terbaik yang dapat terjadi.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat dapat mempersempit peluang penyelesaian diplomatik antara Washington dan Teheran.
Media AS pada Minggu 15 Februari 2026 melaporkan bahwa pada Desember 2025, Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Amerika Serikat akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran apabila perundingan AS-Iran mengalami kegagalan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







