
Pantau - Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (Unja) menggelar workshop multipihak bertajuk Perspektif dan Kesepahaman para Pihak terkait Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Graho Nyabu di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Provinsi Jambi.
Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesepahaman dan kesepakatan antara Unja, pemerintah daerah, serta PT EDC selaku pengelola energi panas bumi di kawasan Graho Nyabu.
Humas Unja Tri Imam Munandar menyatakan “Kegiatan ini bertujuan membangun kesepahaman dan kesepakatan antara Unja, pemerintah daerah, serta PT EDC selaku pengelola energi panas bumi geothermal di kawasan Graho Nyabu,”.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unja Prof Dr Depison dan dihadiri sejumlah pejabat Unja serta narasumber terkait.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unja Prof Depison menekankan pentingnya membangun kesepahaman dalam kerja sama pengembangan energi panas bumi karena sumber energi diperlukan dan harus dikelola dengan baik.
Ia menyatakan “Dalam pengelolaannya, perlu memperhatikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, kesepahaman antar-pihak dapat tercapai dan pembangunan tetap berjalan tanpa mengesampingkan kesejahteraan masyarakat,”.
Dekan Faperta Unja Dr Forst Bambang Irawan menyampaikan bahwa workshop menjadi wadah menyatukan persepsi dan menyusun kesepakatan terkait perancangan program geothermal di kawasan TNKS.
Ia menyatakan “Namun, kita juga perlu memperhatikan bahwa kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan kawasan konservasi yang termasuk dalam warisan dunia,”.
Perwakilan Inspektorat Kabupaten Merangin Jaya Kusuma berharap pengembangan PLTP dapat memberikan dampak positif pada sektor lingkungan, pariwisata, dan penguatan energi terbarukan di daerah.
Jaya Kusuma menyatakan “Dengan adanya geothermal ini, diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di Kabupaten Kerinci, yang juga akan berpengaruh pada sektor pariwisata, khususnya di wilayah Jangkat. Melalui kesepahaman ini diharapkan kita dapat menghijaukan hutan dan menjaga alam bersama-sama,”.
Workshop dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Rencana Strategis Alih Energi Menuju Energi Baru dan Terbarukan di Provinsi Jambi.
Materi lain membahas regulasi pemanfaatan kawasan konservasi untuk jasa lingkungan sumber energi panas bumi serta potensi panas bumi Graho Nyabu sebagai sumber energi listrik yang bersih dan ramah lingkungan.
Selain itu dibahas dampak pemanfaatan kawasan terhadap flora dan fauna.
Peserta mengikuti diskusi kelompok yang dibagi menjadi tiga kelompok untuk membahas aspek sosial budaya masyarakat, ekologi, serta sosial ekonomi.
Melalui workshop dan diskusi tersebut, Unja menegaskan komitmennya mendukung pengembangan energi panas bumi yang berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Jambi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







