Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BGN Minta SPPG Hindari UPF dan Sajikan Menu Kreatif Berbasis Lokal dalam Program MBG Selama Ramadhan 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BGN Minta SPPG Hindari UPF dan Sajikan Menu Kreatif Berbasis Lokal dalam Program MBG Selama Ramadhan 2026
Foto: Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sedang mengemas MBG ke dalam ompreng untuk didistribusikan kepada penerima manfaat (sumber: BGN)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih kreatif mengolah pangan lokal dan menghindari produk pabrikan atau ultra processed food (UPF) dalam penyajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme pelaksanaan Program MBG selama bulan Ramadhan dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, "SPPG bisa membuat menu-menu makanan kreatif yang berbasis kearifan lokal untuk mencegah penyajian UPF dalam MBG selama Ramadhan.", ungkapnya saat dikonfirmasi di Jakarta.

Aturan Menu dan Larangan UPF Selama Ramadhan

Dalam Surat Edaran tersebut disebutkan bahwa selama periode Ramadhan dan cuti bersama, penerima manfaat akan menerima menu MBG dalam paket kemasan sehat.

Makanan dalam paket tersebut dipastikan tidak menggunakan UPF yang cenderung mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, dan perasa agar produk siap santap, tahan lama, dan mudah disajikan.

BGN juga tidak menganjurkan penyajian makanan yang cepat basi selama periode tersebut.

Selain itu, makanan bercita rasa pedas tidak dianjurkan dalam menu MBG Ramadhan.

SPPG juga diminta menghindari makanan yang berpotensi menimbulkan insiden keamanan pangan.

Dadan menyampaikan, "Rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma opsional dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat.", jelasnya.

Skema Distribusi dan Penghentian Sementara Saat Lebaran

Dalam skema distribusi, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dua tas kain dengan warna berbeda untuk memudahkan identifikasi dan proses penukaran.

Dadan menjelaskan, "SPPG menyediakan dua buah tote bag tas kain untuk setiap penerima manfaat dengan warna yang berbeda, misalnya warna biru dan merah agar dapat menjadi pembeda antara kantong tote bag yang sebelumnya digunakan, dengan kantong tote bag yang akan ditukar pada hari berikutnya.", ujarnya.

Pada 18 hingga 24 Maret 2026 atau selama cuti bersama Lebaran, penyaluran MBG dihentikan sementara bagi seluruh sasaran penerima manfaat.

Penghentian sementara tersebut berlaku bagi peserta didik maupun non peserta didik.

Sebagai pengganti, distribusi dilakukan lebih awal menggunakan paket bundling kemasan sehat untuk konsumsi beberapa hari.

Paket bundling merupakan penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG yang diserahkan sekaligus kepada penerima manfaat.

BGN menekankan bahwa batas maksimal makanan dalam paket bundling yang telah diterima hanya dapat bertahan selama tiga hari.

Penulis :
Arian Mesa